JurnalLugas.Com – Presiden Joko Widodo baru-baru ini mengadakan pertemuan penting dengan Grand Syekh Universitas Al-Azhar as-Syarif Mesir, Ahmad Muhammad Ahmed Al Tayeb, untuk membahas beberapa isu kunci dalam hubungan Indonesia-Mesir serta isu global tentang perdamaian dan toleransi antaragama.
Pertemuan tersebut, yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, berfokus pada promosi Islam moderat dan dialog antaragama. Presiden Jokowi menekankan pentingnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Mesir, dengan menyoroti peran Mesir sebagai tujuan utama studi bagi ribuan pelajar Indonesia. Grand Syekh Al Azhar mengapresiasi karakter baik para mahasiswa Indonesia yang belajar di negaranya.
Presiden juga menyuarakan komitmennya untuk mendukung pembentukan pusat pengembangan Al Azhar di Indonesia, yang dilihat sebagai langkah penting dalam memperkuat hubungan antara kedua negara. Selain itu, Presiden Jokowi menyoroti urgensi perdamaian global dan toleransi, khususnya dalam konteks konflik di Gaza dan tantangan lainnya di seluruh dunia.
Grand Syekh Al Azhar sepakat dengan Presiden Jokowi mengenai pentingnya mengakhiri konflik dan mencapai perdamaian yang berkelanjutan. Dia juga mendorong persatuan global untuk mendukung perdamaian bagi Bangsa Palestina serta meningkatkan dialog antaragama sebagai cara untuk mengurangi ekstremisme dan Islamophobia.
Presiden menegaskan bahwa Indonesia, sebagai bangsa yang sangat majemuk, memiliki toleransi sebagai bagian dari DNA-nya, dengan mengacu pada nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Dia menyambut peran serta reputasi Al Azhar dalam mendorong toleransi dan moderasi, dan menyatakan bahwa dukungan dari Grand Syekh Al Azhar akan sangat berarti bagi upaya-upaya perdamaian dan toleransi global.






