JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin, didorong oleh kenaikan harga minyak nabati pesaing. Pada Kamis (11/7/2024), harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman September ditutup di MYR 3.935 per ton, mencatat kenaikan sebesar 0,43% dibandingkan hari sebelumnya.
Tren Negatif Harga CPO
Meskipun mengalami kenaikan harian, harga CPO masih belum lepas dari tren negatif. Selama sepekan terakhir, harga komoditas ini merosot sebesar 3,25% secara point-to-point. Penurunan harga ini terutama disebabkan oleh tingginya pasokan yang menjadi beban bagi harga CPO.
Pasokan Tinggi Menekan Harga
Malaysian Palm Oil Board (MPOB) melaporkan bahwa stok CPO di Malaysia pada bulan Juni meningkat sebesar 4,35% dari bulan sebelumnya, mencapai 1,83 juta ton. Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak Februari. Kenaikan stok ini menambah tekanan pada harga CPO, karena pasokan yang melimpah dapat menurunkan harga komoditas.
Pengaruh Harga Minyak Nabati Pesaing
Kenaikan harga CPO pada perdagangan kemarin didukung oleh lonjakan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade yang naik sebesar 1,5%. Minyak kedelai dan CPO merupakan komoditas yang saling menggantikan. Ketika harga minyak kedelai naik, CPO menjadi lebih menguntungkan untuk digunakan sebagai alternatif. Hal ini mendorong permintaan CPO, sehingga harganya ikut terkerek naik.
Kenaikan harga CPO pada perdagangan kemarin menunjukkan adanya pengaruh kuat dari harga minyak nabati pesaing. Namun, tingginya pasokan tetap menjadi tantangan utama yang menekan harga CPO dalam jangka panjang.
Pemantauan terhadap dinamika pasokan dan permintaan, serta pergerakan harga komoditas nabati lainnya, menjadi kunci untuk memahami arah pergerakan harga CPO ke depan.






