Lonjakan Harga Minyak Sawit Mentah (CPO) di Tengah Tren Negatif

JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) mengalami lonjakan pada perdagangan kemarin, setelah sebelumnya turun selama dua hari berturut-turut. Pada Selasa (16/7/2024), harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman September meningkat menjadi MYR 3.926 per ton. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 1,34% dari hari sebelumnya, sekaligus menjadi yang tertinggi sejak 9 Juli atau dalam sepekan terakhir.

Sebelum mengalami lonjakan ini, harga CPO sempat mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut, dengan total penurunan mencapai 1%. Meskipun harga CPO kemarin mengalami kenaikan, tren negatif masih mendominasi pergerakan harga komoditas ini. Dalam seminggu terakhir, harga CPO tercatat turun 0,35% secara point-to-point, sementara selama sebulan terakhir, harga mengalami penurunan sebesar 0,05%.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Harga CPO Stagnan Namun Tunjukkan Tren Positif di Bursa Malaysia

Kenaikan harga CPO kemarin dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak nabati pesaing di pasar global. Harga minyak kedelai di bursa Dalian (China) naik tipis sebesar 0,05%, sementara di Chicago Board of Trade (Amerika Serikat) menguat sebesar 0,94%. Selain itu, harga minyak biji bunga matahari juga naik sebesar 0,06%, dan harga minyak rapeseed mengalami kenaikan sebesar 0,26%.

Peningkatan harga minyak nabati pesaing ini memberikan keuntungan tersendiri bagi CPO. Dengan harga minyak nabati lain yang semakin mahal, permintaan untuk CPO sebagai alternatif akan meningkat, mengingat berbagai komoditas ini saling menggantikan satu sama lain dalam penggunaan industri.

Baca Juga  Harga Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Anjlok Relative Strength Index (RSI) Bearish

Lonjakan harga ini membawa optimisme di tengah tren negatif yang masih melingkupi pasar CPO, memberikan harapan akan perbaikan harga dalam waktu dekat.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait