JurnalLugas.Com – Presiden terpilih untuk periode 2024–2029, Prabowo Subianto, telah mengonfirmasi calon menteri keuangannya untuk kabinet mendatang. Menurut Heriyanto Irawan dari Verdhana Sekuritas, diskusi telah dilakukan dengan calon menteri keuangan yang akan bertanggung jawab di bawah kepemimpinan Prabowo. Meskipun nama menteri tersebut belum diungkapkan secara resmi, rencana untuk menaikkan rasio utang Indonesia hingga 50% dari PDB telah dikonfirmasi oleh Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo dan konglomerat terkemuka.
Dalam sebuah acara Market Outlook 2024, Heriyanto menyampaikan bahwa calon menteri keuangan tersebut menunjukkan keprihatinan yang besar terhadap pasar Indonesia. Dia juga mengungkapkan bahwa mereka siap untuk mengatasi isu-isu yang dapat mempengaruhi sentimen pasar, dengan harapan dapat memperbaiki persepsi investor yang mungkin sudah negatif sebelumnya.
Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menghindari memberikan komentar lebih lanjut dan menyarankan untuk langsung menghubungi Prabowo untuk informasi lebih lanjut.
Kondisi pasar obligasi Indonesia yang sedang tidak stabil diharapkan dapat dipengaruhi oleh pilihan Prabowo atas menteri keuangannya. Investor menyoroti pentingnya memilih seorang teknokrat yang dapat menjaga stabilitas keuangan negara, seperti Sri Mulyani Indrawati, yang dikenal karena pengalamannya dalam menangani beban utang.
Pasar global telah menunjukkan reaksi yang sensitif terhadap berita tentang rencana pengeluaran negara yang lebih besar di bawah pemerintahan Prabowo, dengan premi credit default swap (CDS) yang mengalami lonjakan tajam. Keputusan Prabowo terhadap menteri keuangannya diharapkan dapat mempengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor terhadap obligasi Indonesia dalam waktu dekat.






