Netanyahu Israel Tetap Sekutu Terkuat Abadi AS Siapapun Presidennya

JurnalLugas.Com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa Israel akan terus menjadi sekutu terkuat Amerika Serikat di Timur Tengah, terlepas dari siapa yang akan terpilih sebagai presiden pada pemilu November mendatang. Pernyataan ini disampaikan Netanyahu sebelum berangkat ke Washington untuk bertemu dengan Presiden AS Joe Biden dan berpidato di hadapan Kongres AS.

Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Presiden Biden pada Selasa, 23 Juli 2024, dengan syarat Biden sudah pulih dari Covid-19. Selain itu, ia juga dijadwalkan memberikan pidato di hadapan Kongres pada Rabu, 24 Juli 2024. Dalam konferensi pers sebelum keberangkatannya, Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan tetap menjadi sekutu yang kuat bagi Amerika Serikat di Timur Tengah, apapun hasil pemilu presiden mendatang.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Operasi Lengan Terentang Outstreched Arm Serangan Brutal Israel Hancurkan Markas Houthi di Yaman

“Saya akan memberi tahu teman-teman saya di kedua sisi lorong bahwa siapa pun yang dipilih rakyat Amerika sebagai presiden berikutnya, Israel tetap menjadi sekutu yang tak tergantikan dan kuat bagi Amerika di Timur Tengah,” ujar Netanyahu. “Di masa perang dan ketidakpastian seperti sekarang ini, sangat penting bagi musuh-musuh Israel untuk mengetahui bahwa Amerika dan Israel bersatu hari ini, esok, dan seterusnya,” tambahnya.

Netanyahu juga menekankan pentingnya dukungan bipartisan dari Amerika Serikat untuk Israel. Pidatonya di hadapan Kongres diperkirakan akan fokus pada koordinasi antara Israel dan AS dalam menghadapi situasi bergejolak di Timur Tengah, serta ancaman meluasnya konflik regional.

Pidato Netanyahu kali ini diprediksi tidak akan sekeras pidatonya pada tahun 2015, di mana ia mengkritik upaya Presiden Barack Obama untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran. Kunjungan ini merupakan yang pertama bagi Netanyahu ke AS sejak ia kembali menjabat sebagai perdana menteri pada akhir tahun 2022.

Baca Juga  Netanyahu Kabur Diserbu Keluarga Sandera Sebut PM Israel Pengecut Pecundang

Kunjungan ini juga dilakukan di tengah keputusan Presiden Biden untuk tidak mencalonkan diri lagi dalam pemilu mendatang. Netanyahu berencana mengucapkan terima kasih kepada Biden atas dukungannya kepada Israel selama ini dan mendiskusikan isu-isu penting seperti pembebasan sandera Israel di Gaza, menghadapi kelompok Islamis Palestina Hamas, serta mengatasi ancaman dari Iran dan proksi-proksinya di wilayah tersebut.

Setelah berbulan-bulan hubungan yang membeku dengan Washington terkait serangan Israel di Gaza pasca serangan Hamas pada 7 Oktober, kunjungan ini memberikan Netanyahu kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan pemerintahan AS.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait