JurnalLugas.Com – Pada bulan Juli 2024, Presiden dan CEO Nvidia, Jensen Huang, melakukan penjualan saham perusahaan senilai USD323 juta atau sekitar Rp5,2 triliun. Penjualan ini terjadi sebelum pasar mengalami penurunan tajam.
Penjualan saham oleh Huang bulan lalu merupakan yang terbesar sejauh ini. Jika digabung dengan penjualan saham yang dilakukan pada Juni 2024, totalnya mencapai hampir USD500 juta. Aksi ini mengundang perhatian karena dilakukan di tengah lonjakan harga saham Nvidia akibat euforia terhadap kecerdasan buatan (AI). Namun, tindakan tersebut bukanlah kebetulan karena Huang telah merencanakannya sejak Maret lalu.
Tidak hanya Huang, Direktur Nvidia, Mark Steven, juga menjual saham perusahaan senilai USD125 juta atau sekitar Rp2,1 triliun.
Harga saham Nvidia mengalami penurunan drastis sebesar 14 persen dalam tiga hari terakhir, termasuk penurunan sebesar 6,4 persen pada hari kemarin akibat penurunan pasar saham global.
Pada awal pekan lalu, pasar saham mengalami penurunan tajam dipicu oleh data ekonomi yang lemah, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kinerja perusahaan di semester kedua tahun 2024. Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 3 persen, yang merupakan penurunan terbesar dalam dua tahun terakhir.
Saham-saham besar yang dikenal sebagai “Magnificent Seven”, termasuk Apple dan Nvidia, juga mengalami penurunan signifikan. Hal ini menyebabkan kekayaan 500 orang terkaya di dunia versi Bloomberg menyusut sebesar USD185 miliar atau hampir Rp3.000 triliun.
Jensen Huang termasuk di antara mereka yang terdampak, dengan nilai asetnya turun sebesar USD5,9 miliar, membuat posisinya turun ke peringkat 16 dalam daftar orang terkaya di dunia.






