JurnalLugas.Com — CEO Nvidia, Jensen Huang, akhirnya menerima kenaikan gaji pokok pertamanya dalam satu dekade terakhir. Pada 2025, gaji pokok Huang melonjak 50 persen menjadi USD1,49 juta atau sekitar Rp24,6 miliar, sebagaimana tercantum dalam laporan resmi yang diajukan Nvidia ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Kamis (2/5/2025).
Kenaikan gaji ini menandai akhir dari masa stagnasi penghasilan dasar Huang sejak tahun 2015. Namun, gaji pokok tersebut hanya sebagian kecil dari total kompensasi fantastis yang diterimanya. Secara keseluruhan, paket kompensasi Huang mencapai USD344 juta atau sekitar Rp5,6 triliun.
Sebagian besar nilai itu berasal dari penghargaan saham, seiring meroketnya nilai pasar Nvidia dalam beberapa tahun terakhir. Dewan Komite Kompensasi (Compensation Committee) Nvidia menyatakan bahwa mereka menyesuaikan target kompensasi tahunan Huang sebesar USD7 juta agar sejajar dengan rata-rata CEO di sektor teknologi kelas dunia.
“Penyesuaian ini juga mencerminkan pertimbangan terhadap keadilan internal, mengingat Huang belum pernah menerima kenaikan gaji pokok selama lebih dari 10 tahun,” tulis Nvidia dalam dokumen SEC.
Dari sisi struktur gaji, posisi Huang kini selaras dengan kisaran persentil ke-75 di antara para pemimpin eksekutif perusahaan teknologi lain. Kompensasi barunya bahkan mendekati CEO Broadcom, Hock Tan, dan CEO AMD, Lisa Su. Meski gaji pokok Huang masih lebih rendah dibanding Satya Nadella (Microsoft) dan Tim Cook (Apple), nilai total kompensasinya justru melampaui keduanya.
Meskipun harga saham Nvidia sempat mengalami penurunan sebesar 15 persen sepanjang tahun 2025, perusahaan tetap berada di jajaran elit korporasi dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar USD2,78 triliun. Saat ini, Nvidia hanya berada di bawah Apple (USD3,1 triliun) dan Microsoft (USD3,25 triliun). Dalam lima tahun terakhir, saham Nvidia telah mencatat kenaikan luar biasa lebih dari 1.500%.
Kinerja luar biasa ini semakin memperkuat posisi Jensen Huang sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri semikonduktor global.
Baca berita lainnya hanya di JurnalLugas.Com






