JurnalLugas.Com – PT Indosat Tbk (ISAT) resmi melaksanakan aksi korporasi berupa stock split atau pemecahan nominal saham dengan rasio 1:4. Dengan demikian, harga saham baru ISAT pasca stock split ditetapkan menjadi Rp2.600. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah mengumumkan harga teoritis saham ISAT di level Rp2.600.
Penetapan harga tersebut diambil dari nilai saham perusahaan telekomunikasi ini pada akhir perdagangan cum di Pasar Reguler dengan nominal saham lama yang tercatat pada 11 Oktober 2024, yaitu sebesar Rp10.400 per saham. Mulai hari ini, Senin (14/10/2024), saham ISAT dengan nominal baru sudah mulai diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi.
Sementara itu, perdagangan saham ISAT dengan nominal baru di Pasar Tunai akan mulai efektif pada 16 Oktober 2024. Pemecahan nominal saham ini diharapkan memberikan likuiditas yang lebih tinggi pada saham ISAT dan memberikan kesempatan bagi investor untuk memiliki saham tersebut dengan harga lebih terjangkau.
Berdasarkan data dari RTI Business, pergerakan harga saham ISAT pada hari ini bersifat fluktuatif. Saham ISAT sempat dibuka menguat ke level Rp2.650 dan bertahan di zona hijau sebelum akhirnya berbalik melemah. Hingga pukul 10.15 WIB, harga saham ISAT turun sebesar 1,15 persen ke level Rp2.570.
Volume transaksi saham ISAT mencapai 4,44 juta saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp11,55 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 1.952 kali. Meskipun terjadi penurunan harga, aksi stock split ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi likuiditas saham ISAT di masa depan, terutama dengan adanya peningkatan minat investor ritel.
Dengan langkah strategis ini, PT Indosat Tbk berpotensi untuk meningkatkan daya saingnya di pasar, sekaligus memberikan peluang investasi yang lebih menarik bagi para pelaku pasar modal.






