M. Jamiluddin Ritonga Airlangga Lebih Mengikuti Kehendak Jokowi dan Prabowo Ketimbang Internal Golkar

JurnalLugas.Com – Desakan dari Partai Golkar agar Airlangga Hartarto mengundurkan diri dari posisi Ketua Umum, menurut pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, muncul karena Airlangga dianggap sudah tidak lagi independen. Jamiluddin menyatakan bahwa ketidakindependenan ini tampak dari keputusan-keputusan politik Airlangga yang lebih condong mendukung langkah keluarga Presiden Joko Widodo ketimbang mendengar aspirasi internal partai.

“Airlangga tampak lebih mengikuti kehendak Jokowi dan Prabowo,” ujar Jamiluddin. Salah satu contohnya adalah ketika Airlangga dengan antusias mendukung Bobby Nasution dalam Pilgub Sumatera Utara. Langkah ini dianggap Jamiluddin sebagai cerminan dari ketergantungan politik Airlangga kepada keluarga Jokowi.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Jamiluddin menyoroti rencana Airlangga yang terkesan ingin mendorong Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi sekaligus Ketua Umum PSI, untuk maju di Pilkada Jakarta dengan pasangan seperti Jusuf Hamka atau Ridwan Kamil. Keputusan-keputusan seperti ini dinilai sebagai langkah yang blunder dan merugikan partai, terutama ketika Airlangga memilih untuk mendukung Dedi Mulyadi di Jawa Barat, yang elektabilitasnya jauh di bawah Ridwan Kamil, kader Golkar yang sudah lebih dulu populer.

Baca Juga  Pemotongan Gaji Menteri dan Pejabat Efisiensi Pemerintah, Airlangga "Belum Pernah Kita Bahas"

Rangkaian keputusan kontroversial ini akhirnya membuat para kader Golkar merasa bahwa Airlangga lebih mengutamakan hubungan pribadinya dengan Jokowi daripada kepentingan partai. “Keputusan Airlangga untuk mundur adalah langkah yang tepat untuk memungkinkan transformasi di tubuh Partai Golkar,” tambah Jamiluddin.

Pada Minggu, 11 Agustus 2024, Airlangga Hartarto resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar. Dalam video yang disiarkan oleh Partai Golkar, Airlangga menjelaskan bahwa pengunduran dirinya dilakukan untuk menjaga persatuan Partai Golkar serta memastikan stabilitas selama transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Umumkan Golkar Usung Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jatim

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, saya menyatakan pengunduran diri dari jabatan Ketua Umum DPP Partai Golkar,” ujar Airlangga dalam video tersebut. Ia menyatakan bahwa pengunduran dirinya efektif sejak Sabtu, 10 Agustus 2024.

Airlangga juga menegaskan bahwa proses internal di Golkar, termasuk penunjukan pelaksana tugas ketua umum dan persiapan musyawarah nasional luar biasa (munaslub), akan berjalan dengan tertib dan damai, sambil tetap menjaga kehormatan Partai Golkar.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait