JurnalLugas.Com – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) telah mengumumkan sepuluh kandidat terbaik untuk posisi Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2024-2029. Pengumuman ini didasarkan pada hasil uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan oleh DPD.
Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Elviana, menjelaskan bahwa sepuluh kandidat tersebut adalah Mukhamad Misbakhun, Budi Prijono, Daniel Lumban Tobing, Akhsanul Khaq, Jon Erizal, Laodi Nusriadi, Fathan, Habi Anshory, Hendra Susanto, dan Izhari Mawardi. Menurut Elviana, penilaian dilakukan berdasarkan hasil uji yang memperlihatkan perolehan nilai tertinggi oleh masing-masing kandidat.
Hasil dari uji kepatutan dan kelayakan ini akan diteruskan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Nantinya, DPR akan melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan terhadap total 75 kandidat Anggota BPK.
Sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK, DPD wajib memberikan pertimbangan tertulis kepada DPR terkait nama-nama calon Anggota BPK dalam kurun waktu satu bulan sejak diterimanya surat permintaan dari DPR. DPD menerima surat tersebut pada 16 Juli 2024.
Komite IV DPD juga telah meminta persetujuan dari Sidang Paripurna ke-13 DPD untuk mengesahkan hasil uji kepatutan dan kelayakan ini sebagai keputusan resmi DPD.
Dalam proses seleksi yang berlangsung pada 12 dan 13 Agustus 2024, DPD melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap 72 dari 75 kandidat yang telah diajukan. Dari hasil penilaian tersebut, terpilihlah sepuluh nama terbaik.
Berikut ini adalah profil singkat para kandidat: Mukhamad Misbakhun adalah Anggota DPR saat ini, Budi Prijono menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan, Daniel Lumban Tobing adalah Anggota II BPK yang masih aktif, Akhsanul Khaq adalah Auditor Utama Keuangan Negara I BPK, dan Jon Erizal merupakan Anggota DPR.
Selain itu, Laodi Nusriadi adalah Auditor Utama Keuangan Negara VI, sementara Fathan, Habi Anshory, dan Hendra Susanto juga merupakan Anggota DPR, serta Izhari Mawardi adalah politisi dari Partai Golkar.






