JurnalLugas.Com – Pada Jumat, 16 Agustus 2024, gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang wilayah 34 km dari kota Hualien, Taiwan timur. Getaran kuat ini tidak hanya menggetarkan kawasan tersebut, tetapi juga dirasakan di ibu kota, Taipei. Pihak administrasi cuaca melaporkan bahwa gempa ini merupakan yang kedua dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, menyusul gempa sebelumnya yang berkekuatan 5,7 magnitudo pada Kamis malam.
Meski hingga saat ini belum ada laporan kerusakan signifikan, gempa tersebut berhasil membuat bangunan di Taipei bergetar. Layanan kereta bawah tanah di kota tersebut dilaporkan tetap beroperasi, meskipun dengan kecepatan yang lebih rendah demi alasan keamanan.
Hsieh Yu-wei, seorang penyanyi lokal, berbagi pengalamannya yang menghentikan mobilnya saat menerima peringatan gempa dari pemerintah saat ia mengemudi di jalan pesisir Hualien. “Itu sangat dekat,” ujarnya.
Administrasi cuaca Taiwan mengungkapkan bahwa gempa tersebut terjadi pada kedalaman 9,7 km, menambah kekhawatiran akan potensi tanah longsor, terutama setelah beberapa hari hujan mengguyur daerah pegunungan. Pihak berwenang pun telah mengeluarkan peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman ini.
Sebagai informasi, Taiwan terletak di dekat pertemuan dua lempeng tektonik utama, menjadikannya wilayah yang rawan gempa. Pada bulan April lalu, Hualien juga diguncang gempa bumi besar yang menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari 900 lainnya gempa terbesar yang melanda Taiwan dalam 25 tahun terakhir.






