JurnalLugas.Com – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo (Bamsoet), mencuri perhatian dalam Sidang Tahunan MPR 2024 dengan membacakan pantun-pantun penuh makna yang ia tujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), serta Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Acara tersebut diadakan dalam rangka menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara sekaligus menjadi momen untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia.
Bambang Soesatyo, dalam pidatonya pada hari Jumat, 16 Agustus 2024, mengungkapkan rasa terima kasih dan harapan melalui beberapa bait pantun. Ia memulai dengan pantun untuk Presiden Jokowi yang telah memimpin Indonesia selama dua periode.
Pantun untuk Jokowi:
“Dari Solo ke Istana Negara lewat tol Cipali,
Jangan lupa membawa serabi.
Terima kasih untuk Pak Jokowi,
Langkahmu akan dilanjutkan Pak Prabowo dalam membangun negeri.”
Dalam pantun ini, Bambang menyiratkan penghargaan atas kontribusi Jokowi selama masa jabatannya, serta harapan agar tongkat estafet kepemimpinan dapat diteruskan dengan baik oleh Prabowo.
Pantun untuk Prabowo dan Gibran:
“Terbang tinggi burung merpati,
Hinggap lama di pohon mahoni.
Kami titip NKRI,
Agar rakyat hidup nyaman dalam harmoni.”
Pantun berikutnya ditujukan kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, pasangan presiden dan wakil presiden terpilih. Bambang mengajak keduanya untuk menjaga keutuhan NKRI dan menciptakan suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat.
Pantun terakhir juga disampaikan Bambang dengan nuansa penuh sindiran bagi calon-calon menteri dan pihak-pihak terkait:
“Кupu-kupu terbang bersama kumbang,
Hinggap di dahan pohon beringin yang rindang.
Para calon menteri tak perlu bimbang,
Berbaik-baiklah ke Presiden sekarang dan yang akan datang.”
Dengan pantun ini, Bambang seolah memberikan pesan kepada para calon menteri agar tetap berkomitmen mendukung pemimpin yang sedang dan akan memegang tampuk kekuasaan.
“Burung merpati terbang di atas sawah,
Purnama datang dari negeri sebelah.
Koalisi calon kepala daerah masih bisa berubah,
Kotak kosong jangan sampai membuat kita terbelah.”
Melalui pantun tersebut, Bambang mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari perpecahan di tengah dinamika politik yang sedang berlangsung.






