China Perkuat Kekuatan Militer, Beijing Tak Akan Biarkan Taiwan Merdeka dan Campur Tangan Asing

Kapal Induk China Liaoning
Foto : Kapal Induk China Liaoning

JurnalLugas.Com — Pemerintah China menegaskan akan meningkatkan intensitas pendidikan militer dan latihan tempur pada tahun 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat pertahanan nasional. Kebijakan tersebut disampaikan dalam laporan resmi yang dipresentasikan pada sidang keempat Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14 di Beijing, Kamis (5/3).

Dalam laporan itu, pemerintah menekankan pentingnya memperkuat kemampuan tempur militer secara menyeluruh guna menghadapi dinamika keamanan global yang semakin kompleks. Langkah tersebut juga bertujuan memperkuat kapasitas strategis China dalam melindungi kedaulatan negara serta kepentingan pembangunan nasional.

Bacaan Lainnya

Seorang pejabat yang menyampaikan laporan tersebut menegaskan bahwa peningkatan pelatihan militer akan difokuskan pada penguatan teknologi pertahanan modern serta kesiapan pasukan di berbagai lini operasi. Menurutnya, modernisasi militer menjadi faktor penting untuk memastikan stabilitas dan keamanan nasional dalam jangka panjang.

Baca Juga  China Tolak Keras Kenaikan Tarif AS Produk China He Yadong AS Memolitisasi Isu Ekonomi Politik

Selain agenda penguatan militer, laporan tersebut juga menyinggung posisi tegas Beijing terkait isu Taiwan. Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk mendorong proses reunifikasi dengan wilayah tersebut serta menolak segala bentuk upaya yang mengarah pada kemerdekaan Taiwan.

Pemerintah juga menegaskan tidak akan mentoleransi campur tangan pihak asing dalam persoalan yang dianggap sebagai urusan domestik China. Beijing menilai stabilitas kawasan sangat bergantung pada penghormatan terhadap prinsip kedaulatan negara.

Sidang Kongres Rakyat Nasional yang digelar di Beijing ini merupakan forum legislatif tertinggi di China. Pertemuan tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 12 Maret dan membahas berbagai agenda strategis, mulai dari kebijakan ekonomi hingga pertahanan nasional.

Baca Juga  Huawei Singkirkan Apple di China Raih Penjualan dan Laba Bersih Rp43 triliun

Pengamat hubungan internasional menilai peningkatan latihan militer China mencerminkan upaya negara tersebut memperkuat posisi strategisnya di tengah dinamika geopolitik global. Modernisasi pertahanan dinilai menjadi salah satu prioritas utama Beijing dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan fokus pada peningkatan kemampuan tempur dan teknologi militer, China berupaya memastikan kekuatan militernya tetap kompetitif di tingkat global sekaligus menjaga stabilitas nasional di kawasan Asia Timur.

Baca berita internasional terbaru lainnya di
https://jurnalluguas.com

(TR)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait