Tanggapi Pidato RAPBN Jokowi Cak Imin Bicara Utang Negara

JurnalLugas.Com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menanggapi pidato Presiden Joko Widodo terkait Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Rancangan anggaran ini akan menjadi dasar bagi pemerintahan presiden terpilih, Prabowo Subianto, dalam menjalankan tugasnya.

Dalam pidatonya, Jokowi menguraikan bahwa RAPBN 2025 disusun dengan dasar asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%. Rancangan ini mengedepankan target moderat, terutama dalam aspek penerimaan negara.

Bacaan Lainnya

Pemerintah menargetkan pendapatan negara pada tahun 2025 mencapai Rp2.996,9 triliun. Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan diproyeksikan sebesar Rp2.490,9 triliun, sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ditargetkan sebesar Rp505,4 triliun.

Baca Juga  Cak Imin Santai Hadapi Pilpres 2029 “Baru Jadi Menteri Enam Bulan Tergesa-gesa Amat”

Di sisi lain, belanja negara diproyeksikan mencapai Rp3.613,1 triliun. Angka ini terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.693,2 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp919,9 triliun. Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan target APBN 2024 yang sebesar Rp3.325,1 triliun.

Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, menekankan bahwa jumlah anggaran sebesar itu memerlukan upaya keras untuk menjaga keseimbangan fiskal. “Artinya, pendapatan negara harus digenjot agar beban utang tidak terlalu besar,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jumat (16/8/2024).

Jokowi juga menjelaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% dipilih karena kondisi perekonomian global saat ini masih stagnan. Oleh karena itu, ekonomi Indonesia di tahun 2025 akan lebih bertumpu pada permintaan dan konsumsi domestik.

Baca Juga  Sindiran Soal "Matahari Kembar" Dasco Ini Bukan Matahari Ini Bulan

“Pertumbuhan ekonomi kita akan lebih bertumpu pada permintaan domestik. Daya beli masyarakat akan dijaga ketat melalui pengendalian inflasi, penciptaan lapangan kerja, serta dukungan program bansos dan subsidi,” tegas Jokowi.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait