JurnalLugas.Com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja melantik tujuh orang yang akan mengisi berbagai jabatan penting dalam kabinet. Salah satu posisi baru yang dilantik adalah Kepala Badan Gizi Nasional, sebuah lembaga yang baru dibentuk oleh pemerintah untuk menangani isu-isu terkait gizi nasional. Posisi penting ini dipercayakan kepada Dadan Hindayana, seorang akademisi dan dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Dalam upacara pelantikan, Dadan Hindayana dengan khidmat mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Joko Widodo. “Demi Allah, saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi bangsa dan negara. Bahwa saya selama menjabat akan menjunjung tinggi etika, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Dadan, menirukan kata-kata yang diucapkan oleh Presiden Jokowi, Senin 19 Agustus 2024.
Profil Dadan Hindayana
Dadan Hindayana, yang kini memegang posisi sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, memiliki latar belakang akademis yang kuat. Lahir di Garut, ia menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di IPB pada tahun 1990. Selanjutnya, ia melanjutkan studi di luar negeri, meraih gelar dari Leibniz Universität Hannover dan University of Bonn, dua institusi pendidikan ternama di Jerman.
Menurut data dari laman resmi Dikti, Dadan adalah seorang lektor di IPB, dan ia dikenal sebagai dosen tetap di Fakultas Pertanian. Sebagai akademisi, Dadan cukup dikenal di kalangan ilmuwan, dengan berbagai karya tulis yang sering diterbitkan dalam jurnal-jurnal ilmiah terkemuka.
Peran Badan Gizi Nasional dalam Program Makan Siang Gratis
Badan Gizi Nasional dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024, yang disahkan pada 15 Agustus 2024. Lembaga ini memiliki mandat penting untuk mengelola program makan siang gratis, sebuah inisiatif yang dirancang oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto, bersama Gibran Rakabuming Raka, yang akan memulai masa jabatan mereka pada Oktober 2024.
Program makan siang gratis ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam upaya mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Dengan program ini, pemerintah bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak-anak Indonesia, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Dadan Hindayana, dengan latar belakang akademis dan pengalaman yang dimilikinya, diharapkan dapat membawa perubahan signifikan melalui kepemimpinannya di Badan Gizi Nasional. Peran lembaga ini sangat krusial dalam memastikan setiap anak di Indonesia mendapatkan asupan gizi yang memadai, yang pada akhirnya akan mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.






