JurnalLugas.Com – Pada Selasa 20 Agustus 2024, Zionis Israel melaporkan bahwa pasukannya mendeteksi sekitar 80 roket yang diluncurkan dari Lebanon menuju permukiman di sepanjang perbatasan yang membuat kewalahan. Beberapa roket berhasil dicegat, sementara yang lainnya menyebabkan kebakaran hebat di banyak lokasi berbeda.
Serangan roket terjadi sejak pagi hari, dengan beberapa roket jatuh di area terbuka di wilayah Galilea Barat, Israel utara. Menurut laporan Haaretz, kebakaran terjadi di dua tempat di utara Israel, dan petugas pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan api.
Selama pagi itu, sirene serangan udara terdengar di beberapa permukiman dekat perbatasan Lebanon. Hizbullah, melalui pernyataannya, mengaku telah melancarkan serangan pesawat nirawak ke markas Brigade Lapis Baja ke-7 Divisi Golan 210 di pangkalan Katzavya, dengan target para perwira dan tentara Israel.
Militer Israel mengklaim berhasil mencegat beberapa roket dan drone, dengan sisanya jatuh di Dataran Tinggi Golan. Israel tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang korban jiwa.
Selain itu, militer Israel juga menargetkan dua bangunan militer Hizbullah di Lebanon selatan. Pesawat tempur Israel sebelumnya menyerang sebuah gedung militer di Matmoura dan bangunan militer lainnya di Lebanon selatan yang digunakan oleh Hizbullah.
Hizbullah menyebutkan bahwa mereka menggunakan roket Katyusha dan artileri berat untuk menyerang pangkalan Shomera, Mattat, serta wilayah Ramia. Kekhawatiran akan kemungkinan perang besar antara Israel dan Hizbullah meningkat, terutama setelah pembunuhan komandan senior Hizbullah, Fouad Shukr, pada 30 Juli.
Eskalasi ini juga terjadi di tengah konflik yang lebih luas di Gaza, yang telah mengakibatkan lebih dari 40.170 korban jiwa sejak Oktober lalu akibat serangan oleh Hamas.






