JurnalLugas.Com – Realisasi anggaran pendidikan pada Tahun Anggaran 2023 mendapat sorotan tajam dari anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Salah satu anggota, Dolfie OFP, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap serapan anggaran pendidikan yang hanya mencapai 16 persen dari total pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Angka ini jauh dari yang diharapkan, mengingat konstitusi telah mengamanatkan alokasi 20 persen untuk sektor pendidikan.
Dolfie mengkritik tajam ketidakrealisasian anggaran sebesar 4 persen yang setara dengan Rp111 triliun. Menurutnya, dana ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat di berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. “Nilai 4 persen yang tidak terealisasi mencapai Rp111 triliun, yang seharusnya dapat digunakan untuk meringankan rakyat memperoleh layanan pendidikan di semua tingkatan,” ujar Dolfie dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2024.
Selain itu, Dolfie juga menyoroti bahwa anggaran yang tidak terserap tersebut bisa digunakan untuk mengatasi masalah biaya kuliah bagi mahasiswa kurang mampu di berbagai perguruan tinggi. Dia menegaskan bahwa rendahnya realisasi anggaran ini telah merampas hak konstitusional masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Sementara itu, anggota Banggar DPR RI lainnya, Ecky Awal Mucharam, menilai bahwa rendahnya serapan anggaran ini bisa dianggap sebagai bentuk pelanggaran konstitusi. Dia meminta agar ke depannya, pemerintah dapat meningkatkan komitmen dalam merealisasikan anggaran pendidikan, bukan sekadar mengalokasikannya. “Komitmen pemerintah hanya sebatas penganggaran agar mencapai 20 persen, sedangkan komitmen realisasinya masih belum. Hal ini dapat dianggap tidak sesuai konstitusi,” ujar Ecky.
Kritik dari para anggota DPR ini mencerminkan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan anggaran pendidikan, demi memastikan bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang baik dapat terpenuhi sesuai dengan amanat konstitusi.






