JurnalLugas.Com – Filipina telah menyampaikan ketidaksenangan mereka kepada China setelah terjadinya insiden tabrakan kapal di Laut China Selatan pada Sabtu, 28 Agustus 2024.
Menteri Luar Negeri Filipina, Enrique Manalo, menegaskan pada Senin, 2 September 2024, bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah diplomatik yang diperlukan untuk menyampaikan protes resmi kepada China melalui berbagai saluran komunikasi.
Menurut Manalo, Filipina sangat prihatin dengan tindakan China yang dianggap meningkatkan ketegangan di wilayah yang sudah rawan konflik tersebut. “Kami melihat ini sebagai tindakan yang tidak disengaja dari kapal Filipina, namun respons China justru memperburuk situasi,” tambahnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan tindakan hukum yang akan diambil, Manalo mengungkapkan bahwa pemerintah Filipina masih mempertimbangkan berbagai opsi yang mungkin diambil untuk menangani masalah ini secara tepat.
Pernyataan ini menggarisbawahi ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara di Laut China Selatan, yang telah menjadi pusat perselisihan maritim selama bertahun-tahun.






