PM Italia Giorgia Meloni Serangan Israel terhadap Pasukan PBB UNIFIL di Lebanon Tidak Dapat Diterima

JurnalLugas.Com – Dalam percakapan telepon terbaru, Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni, menyampaikan keprihatinannya kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terkait penyerangan Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) oleh militer Israel. Menurut pernyataan resmi dari kantor Meloni pada Minggu, 13 Oktober 2024, tindakan tersebut dianggap “tidak dapat diterima.”

Panggilan telepon tersebut dilakukan setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan menembaki sejumlah pos UNIFIL selama beberapa hari berturut-turut. Serangan ini menimbulkan ketegangan di wilayah perbatasan antara Israel dan Lebanon, khususnya di sekitar Garis Biru yang memisahkan kedua negara tersebut.

Bacaan Lainnya

Meloni menekankan pentingnya menjaga keselamatan pasukan penjaga perdamaian yang ditempatkan di Lebanon selatan. Pasukan UNIFIL memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas di wilayah yang telah lama dilanda konflik. “Keselamatan pasukan penjaga perdamaian adalah prioritas utama,” tegas Meloni kepada Netanyahu.

Baca Juga  Giorgia Meloni Retaknya Aliansi Lama Ancaman Trump ke Italia Picu Ketegangan Baru NATO

Sejak akhir September, Israel telah meningkatkan intensitas pertempurannya melawan kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon. Serangan udara dan operasi militer di Lebanon selatan menjadi bagian dari strategi Israel dalam menghadapi ancaman Hizbullah. Namun, tindakan ini memicu insiden dengan UNIFIL, termasuk serangan terhadap pos-pos penjaga perdamaian yang melibatkan personel dari berbagai negara, termasuk Italia.

Meloni menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan ini, mengingat UNIFIL beroperasi di bawah mandat Dewan Keamanan PBB yang bertujuan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional. “Serangan terhadap UNIFIL tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam misi penting dalam menjaga keamanan di kawasan,” demikian disampaikan dalam pernyataan resmi dari kantornya.

UNIFIL sendiri terdiri dari sekitar 10.000 personel yang berasal dari 48 negara. Italia adalah salah satu kontributor utama dalam misi tersebut, dengan beberapa posnya terletak di dekat Garis Biru. Juru bicara UNIFIL, Andrea Tenenti, menyebutkan bahwa pos-pos militer Italia, termasuk pos 1-31 dan 1-32A, turut menjadi sasaran serangan IDF baru-baru ini.

Baca Juga  Praka Rico Pramudia Gugur, Indonesia Kembali Berduka di Tengah Konflik Lebanon

Ketegangan di kawasan ini semakin meningkat, dengan ancaman eskalasi lebih lanjut jika serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian terus berlanjut. Di tengah situasi yang memanas, Meloni menegaskan kembali komitmen Italia untuk mendukung stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah, serta mendorong Israel untuk menghentikan serangan terhadap UNIFIL demi mencegah konflik lebih lanjut.

Dalam menghadapi situasi ini, Italia menyerukan dialog dan deeskalasi sebagai solusi terbaik guna menjaga perdamaian di kawasan yang telah lama bergejolak.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait