JurnalLugas.Com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa sejumlah harga komoditas pangan mengalami kenaikan pada Kamis, 17 Oktober 2024. Berdasarkan data Panel Harga Bapanas yang diperbarui pada pukul 08.00 WIB, lonjakan harga terjadi pada berbagai komoditas di pasar eceran nasional. Kenaikan harga ini menjadi sorotan karena mempengaruhi daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi.
Kenaikan Harga Beras
Beras menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan signifikan. Beras premium naik 2,46 persen atau Rp380, kini mencapai Rp15.850 per kilogram (kg). Selain itu, beras medium juga mengalami peningkatan sebesar 1,77 persen atau Rp240 menjadi Rp13.780 per kg. Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) Bulog turut mengalami kenaikan 1,04 persen atau Rp130, menjadi Rp12.680 per kg.
Harga Bumbu Dapur Meningkat
Selain beras, harga bumbu dapur seperti bawang dan cabai juga mencatat kenaikan:
- Bawang merah naik 7,30 persen atau Rp2.110 menjadi Rp31.030 per kg.
- Bawang putih bonggol naik 3,31 persen atau Rp1.320 menjadi Rp41.180 per kg.
- Cabai merah keriting meningkat 4,69 persen atau Rp1.420 menjadi Rp31.720 per kg.
- Cabai rawit merah melonjak 5,13 persen atau Rp2.370 menjadi Rp48.570 per kg.
Fluktuasi Harga Produk Hewani
Di sektor produk hewani, harga daging dan telur mengalami pergerakan beragam:
- Daging sapi murni turun 1,37 persen atau Rp1.850 menjadi Rp132.890 per kg.
- Daging ayam ras naik 6,60 persen atau Rp2.330 menjadi Rp37.630 per kg.
- Telur ayam ras mengalami kenaikan 5,81 persen atau Rp1.650 menjadi Rp30.030 per kg.
Kenaikan Harga Komoditas Pokok Lainnya
Harga komoditas pokok lainnya juga mengalami perubahan:
- Kedelai biji kering (impor) naik 1,21 persen atau Rp130 menjadi Rp10.870 per kg.
- Gula konsumsi naik 2,12 persen atau Rp380 menjadi Rp18.340 per kg.
- Minyak goreng kemasan sederhana meningkat 2,48 persen atau Rp450 menjadi Rp18.630 per kg, sedangkan minyak goreng curah justru turun 1,76 persen atau Rp290 menjadi Rp16.230 per kg.
Harga Tepung dan Jagung
Harga tepung dan jagung juga menunjukkan tren kenaikan:
- Tepung terigu curah naik 1,48 persen atau Rp150 menjadi Rp10.280 per kg.
- Tepung terigu non-curah naik 1,22 persen atau Rp160 menjadi Rp13.270 per kg.
- Jagung di tingkat peternak melonjak 14,31 persen atau Rp860 menjadi Rp6.870 per kg.
Komoditas Lainnya: Garam dan Ikan
Beberapa komoditas tambahan turut mencatat kenaikan harga:
- Garam halus beryodium naik 1,82 persen atau Rp210 menjadi Rp11.630 per kg.
- Harga ikan juga mengalami peningkatan:
- Ikan kembung naik 1,43 persen atau Rp530 menjadi Rp37.490 per kg.
- Ikan tongkol melonjak 6,13 persen atau Rp1.930 menjadi Rp33.420 per kg.
- Ikan bandeng naik 1,39 persen atau Rp460 menjadi Rp33.600 per kg.
Kenaikan harga komoditas pangan ini menandakan perlunya langkah strategis dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan pangan mencukupi. Masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam mengatur konsumsi agar tidak terlalu terdampak oleh perubahan harga ini.
Dengan berbagai kenaikan harga yang terjadi, konsumen perlu terus memantau perkembangan harga di pasar agar bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada.
Dukungan pemerintah melalui kebijakan yang tepat dan intervensi pasar diperlukan untuk mengurangi dampak dari kenaikan harga ini pada masyarakat luas.






