JurnalLugas.Com – Setelah Komisaris Jenderal (Komjen) Agus Andrianto diangkat menjadi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo dihadapkan pada tugas penting: memilih sosok baru sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).
Kriteria dan Syarat Calon Wakapolri
Secara tradisi, posisi Wakapolri biasanya diisi oleh perwira tinggi dengan pangkat Komisaris Jenderal atau bintang tiga. Selain pangkat, kriteria strategis lain yang diperhatikan adalah pengalaman menduduki jabatan kunci di Markas Besar Kepolisian (Mabes Polri).
Jabatan ini memerlukan figur yang tidak hanya memahami kompleksitas kepolisian, tetapi juga mampu menjalin koordinasi lintas sektor dalam mendukung kebijakan dan operasional keamanan negara.
Saat ini, terdapat 15 jenderal bintang tiga yang memenuhi syarat untuk mengisi posisi Wakapolri. Namun, hanya lima di antaranya yang memegang jabatan strategis di Mabes Polri, sehingga potensi pemilihannya lebih mengerucut pada figur-figur dengan rekam jejak kuat dan kedekatan profesional dengan Kapolri.
Daftar Kandidat Potensial
Berikut ini profil singkat beberapa jenderal bintang tiga yang berpotensi menjadi Wakapolri:
- Ahmad Dofiri
- Jabatan: Inspektur Pengawasan Umum Kepolisian (Irwasum Polri)
- Almamater: Akademi Kepolisian (Akpol) 1989
- Pensiun: Juni 2025
- Muhammad Fadil Imran
- Jabatan: Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabarhakam Polri)
- Almamater: Akpol 1991
- Pensiun: Agustus 2026
- Wahyu Widada
- Jabatan: Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim Polri)
- Almamater: Akpol 1991
- Pensiun: September 2027
- Syahar Diantono
- Jabatan: Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam Polri)
- Almamater: Akpol 1991
- Pensiun: Februari 2028
- Imam Widodo
- Jabatan: Komandan Korps Brigade Mobil (Dankobrimob Polri)
- Almamater: Akpol 1989
- Pensiun: September 2025
Dinamika Lintas Angkatan
Pemilihan Wakapolri juga memperhitungkan hubungan lintas angkatan di Akademi Kepolisian. Empat kandidat kuat berasal dari Akpol angkatan 1991, sama dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Faktor ini bisa menjadi pertimbangan strategis, mengingat kedekatan angkatan sering kali berdampak positif pada kekompakan kepemimpinan di lingkungan Polri.
Selain itu, kandidat lain dari angkatan yang lebih senior, seperti Akpol 1988 hingga 1990, juga memiliki peluang, terutama dengan mempertimbangkan pengalaman dan jaringan luas mereka di institusi dan kementerian terkait.
Perwira Senior di Luar Mabes Polri
Beberapa jenderal bintang tiga saat ini bertugas di luar struktur Polri, seperti di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan kementerian. Berikut beberapa nama lainnya:
- Martinus Hukom – Kepala BNN, Akpol 1991, pensiun Januari 2027
- Eddy Hartono – Kepala BNPT, Akpol 1990, pensiun Mei 2025
- Rudy Heriyanto Adi Nugroho – Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, pensiun Maret 2026
Tantangan dan Harapan Kapolri
Kapolri perlu mempertimbangkan banyak aspek dalam menentukan Wakapolri baru, seperti rekam jejak, integritas, kemampuan manajerial, dan hubungan baik dengan berbagai pemangku kepentingan. Keputusan ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas dan efektivitas institusi Polri, terutama di tengah tantangan keamanan dan politik yang terus berkembang.
Dengan jabatan Wakapolri yang sangat strategis, pilihan ini akan mencerminkan arah kebijakan kepolisian ke depan sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan lembaga-lembaga terkait. Sosok Wakapolri yang tepat akan memainkan peran penting dalam memastikan keberlanjutan reformasi di tubuh Polri dan mendukung kebijakan Kapolri dalam menjaga keamanan nasional.
Pemilihan Wakapolri baru oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo bukan hanya soal pengisian jabatan semata, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan Polri tetap adaptif dan responsif menghadapi tantangan masa depan.
Dengan komposisi calon yang beragam dan kompeten, Kapolri diharapkan memilih sosok yang mampu menjalankan amanah dengan baik serta memperkuat peran Polri dalam menjaga ketertiban dan keamanan di Indonesia.






