JurnalLugas.Com – PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), emiten rokok terkemuka, mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp5,22 triliun hingga kuartal III-2024. Laba tersebut mengalami penurunan 15,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar Rp6,2 triliun.
Kenaikan Tipis pada Penjualan Bersih
Hingga sembilan bulan pertama 2024, HMSP berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp88,47 triliun, sedikit meningkat dari Rp87,3 triliun pada kuartal III-2023. Namun, peningkatan ini tidak cukup untuk menahan penurunan laba bersih akibat beban operasional yang semakin tinggi.
Beban Operasional Membengkak
Kenaikan berbagai komponen beban menjadi faktor utama menurunnya kinerja laba HMSP. Berikut rincian beban yang meningkat:
- Beban pokok penjualan: Rp74,71 triliun
- Beban penjualan: Rp5,38 triliun
- Beban umum dan administrasi: Rp2,26 triliun
- Beban lain-lain: Rp80,64 miliar
Di sisi lain, biaya keuangan mengalami penurunan menjadi Rp30,19 miliar, dan beban pajak penghasilan turun menjadi Rp1,45 triliun.
Penurunan Ekuitas dan Kenaikan Liabilitas
Ekuitas perseroan tercatat turun menjadi Rp27,03 triliun per 30 September 2024, dari Rp29,87 triliun di akhir 2023. Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp26,21 triliun dari sebelumnya Rp25,45 triliun pada Desember 2023. Peningkatan liabilitas ini salah satunya dipicu oleh kenaikan utang cukai yang melonjak dari Rp12,69 triliun menjadi Rp14,83 triliun.
Aset Menyusut
Total aset HMSP juga mengalami penurunan, dari Rp55,32 triliun pada akhir 2023 menjadi Rp53,25 triliun pada 30 September 2024. Hal ini mencerminkan adanya pelemahan pada struktur neraca perusahaan di tengah tantangan operasional yang meningkat.
Pergerakan Saham HMSP
Hingga pukul 14.40 WIB pada perdagangan Selasa, 29 Oktober 2024, saham HMSP tercatat naik 2,17% ke level Rp705. Nilai transaksi mencapai Rp12,53 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 17,94 juta saham.
Kinerja HMSP pada kuartal III-2024 menunjukkan tantangan signifikan dengan penurunan laba di tengah peningkatan beban operasional dan penyusutan aset.
Meskipun penjualan bersih mengalami sedikit peningkatan, biaya yang terus membengkak menekan profitabilitas perusahaan. Di sisi pasar saham, saham HMSP masih menunjukkan pergerakan positif meski secara fundamental menghadapi tekanan dari sisi keuangan.
Kinerja ke depan akan sangat bergantung pada strategi efisiensi operasional dan adaptasi terhadap dinamika industri, termasuk dampak kebijakan cukai.






