JurnalLugas.Com – Gubernur bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, menyatakan dengan tegas bahwa ia tidak akan mengundurkan diri dari posisinya, meskipun diminta oleh Presiden Terpilih Donald Trump. Sikap ini disampaikan dalam konferensi pers usai pertemuan penting The Fed pada Kamis, 7 November 2024.
Saat konferensi berlangsung, seorang reporter bertanya kepada Powell terkait adanya desakan dari beberapa penasihat Trump yang menganjurkan dirinya untuk mundur dari jabatan. Ketika ditanya apakah ia akan mengikuti permintaan tersebut jika datang langsung dari Trump, Powell menjawab dengan tegas, “Tidak.”
Powell juga menegaskan bahwa ia merasa tidak memiliki kewajiban hukum untuk melepaskan jabatan tersebut. Hal ini ditegaskannya kembali saat reporter tersebut melanjutkan dengan pertanyaan lanjutan mengenai pandangannya tentang kewajiban hukum untuk mundur.
Selanjutnya, seorang jurnalis lain mempertanyakan apakah presiden memiliki kewenangan untuk memberhentikan atau menurunkan jabatan gubernur The Fed. Menanggapi pertanyaan tersebut, Powell menjawab bahwa hal tersebut “tidak diizinkan di bawah hukum.” Jawaban ini menunjukkan bahwa Powell yakin bahwa jabatannya dilindungi secara hukum, terlepas dari keinginan atau preferensi presiden.
Pernyataan ini muncul di tengah keputusan The Fed yang sepakat secara bulat untuk menurunkan suku bunga federal menjadi 4,5% hingga 4,75%, setelah sebelumnya dilakukan penyesuaian lebih besar pada bulan September lalu sebesar setengah poin. Kebijakan ini diambil untuk menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik yang semakin kompleks, serta memastikan stabilitas ekonomi AS.
Dengan sikap tegasnya, Powell tampaknya ingin memastikan bahwa The Fed tetap independen dan tidak dipengaruhi oleh intervensi politik dari siapapun, termasuk presiden.






