JurnalLugas.Com – PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk atau Spindo (ISSP) mengumumkan kesiapan untuk melunasi pokok obligasi dan sukuk dengan total nilai Rp100 miliar. Pelunasan ini mencakup Obligasi Berkelanjutan I SPINDO Tahap I Tahun 2021 Seri B senilai Rp49 miliar dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I SPINDO Tahap I Tahun 2021 Seri B senilai Rp51 miliar.
Menurut Johanes W Edward, Chief Strategy & Business Development Officer sekaligus Corporate Secretary & Investor Relations Spindo, tanggal jatuh tempo untuk pembayaran pokok Obligasi Seri B dan Sisa Imbalan Ijarah Sukuk Seri B ditetapkan pada 2 Desember 2024. “Pembayaran pokok Obligasi Seri B jatuh tempo di 2 Desember 2024 dan pembayaran Sisa Imbalan Ijarah Sukuk Seri B jatuh tempo di 2 Desember 2024,” ujar Johanes dalam pernyataannya, Senin (11/11/2024).
Sumber Dana Pembayaran Obligasi dan Sukuk
Untuk memenuhi kewajiban ini, Spindo menggunakan dana hasil penerbitan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Spindo tahun 2024 sebagai sumber pembayaran Obligasi Berkelanjutan I SPINDO Tahap I 2021 Seri B. Sedangkan pembayaran sukuk akan menggunakan kas operasional perusahaan.
Kinerja Keuangan Spindo yang Solid di 2024
Kinerja Spindo sepanjang sembilan bulan pertama 2024 menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Perusahaan berhasil meraih laba kotor sekitar Rp775 miliar dan mencatatkan arus kas operasional sebesar Rp805 miliar. Meskipun harga baja global mengalami penurunan, Spindo mampu menjaga pertumbuhan melalui peningkatan aktivitas pemasaran dan pengawasan ketat tim sales.
“Peningkatan aktivitas marketing dan monitoring tim sales yang kuat menjadi salah satu kunci keberhasilan pencapaian target,” jelas Johanes.
Optimisme Terhadap Prospek Bisnis di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Meskipun kondisi ekonomi global dan domestik masih berfluktuasi, Spindo tetap optimis terhadap prospek bisnis ke depan. Johanes menyatakan bahwa hingga saat ini, kondisi masih berada dalam koridor asumsi yang telah diperkirakan. Perusahaan belum melihat adanya faktor material yang dapat mengubah outlook dalam 1-2 tahun mendatang.
“Dinamika yang terjadi sampai saat ini masih dalam koridor asumsi yang diperkirakan, dan belum ada kondisi yang secara material mempengaruhi outlook 1-2 tahun ke depan,” ujarnya.
Dengan strategi yang solid dan optimisme yang tinggi, Spindo menunjukkan kesiapan dalam menghadapi tantangan serta peluang bisnis, mempertahankan stabilitas keuangan perusahaan, dan menjaga kepercayaan para pemegang obligasi serta sukuk.






