AS Bantu Zionis Israel Senjata Pentagon Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Masih Jauh

JurnalLugas.Com – Amerika Serikat (AS) secara terbuka mengakui bahwa bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza masih jauh dari cukup, pernyataan ini disampaikan oleh seorang pejabat Pentagon pada Kamis, 14 November 2024. Juru bicara Pentagon, Sabrina Singh, menegaskan, “Kami tahu betapa gentingnya situasi kemanusiaan di Gaza.” Pernyataan ini menunjukkan kepedulian AS terhadap kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut, sekaligus mengisyaratkan upaya diplomasi aktif untuk mempercepat aliran bantuan.

Pemerintah AS, pada tanggal 13 Oktober, mengeluarkan surat resmi yang memberi tenggat waktu 30 hari bagi Israel untuk memperbaiki akses bantuan kemanusiaan di Gaza. Jika batas waktu ini tidak dipenuhi, AS mengancam akan menghentikan bantuan militernya kepada Israel.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Zionis Israel Serang Sekolah Halawa di Jabalia al-Balad Tewaskan Puluhan Warga Gaza

Tekanan ini mendapat respons dari pihak Israel, yang menurut Singh, telah membuka perlintasan bantuan atas desakan AS. “Tekanan kami berhasil, meskipun masih banyak yang harus dilakukan,” ungkap Singh.

Delapan organisasi kemanusiaan menyatakan bahwa kriteria perbaikan akses bantuan belum sepenuhnya terpenuhi. Kondisi ini memperkuat dorongan AS agar Israel membuka lebih banyak jalur bantuan dan memindahkan warga sipil dari zona konflik.

AS berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Israel dalam mengupayakan solusi yang mengurangi korban sipil serta mempercepat masuknya bantuan yang sangat dibutuhkan.

Ketegangan meningkat sejak serangan lintas perbatasan oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, yang diikuti oleh serangan balasan Israel. Lebih dari 43.700 warga Gaza telah menjadi korban tewas akibat konflik ini, yang juga membuat wilayah Gaza hampir tidak layak huni. Sementara itu, Israel menghadapi tuntutan genosida di Mahkamah Internasional terkait dampak mematikan serangan di Gaza.

Baca Juga  Akibat Kekejaman Zionis Israel 6.000 Warga Gaza Jalani Amputasi, 25% Anak-Anak

Zionis juga sering mendapatkan bantuan senjata dari AS, sehingga serangan militer Israel mengganggu pendistribusian bantuan ke warga Gaza Palestina.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait