PT Platinum Wahab Indonesia (TGUK) Pendapatan Turun Manajemen Kurangi Karyawan

JurnalLugas.Com – PT Platinum Wahab Indonesia (TGUK) mengambil langkah strategis dalam menghadapi tantangan finansial di tahun 2024. Perusahaan ini mengadopsi strategi low cost-low price untuk memperkuat daya tarik produk mereka di kalangan pembeli muda. Langkah ini mencakup pengendalian biaya besar-besaran yang menjadi fokus utama untuk efisiensi operasional.

Tiga Strategi Pengendalian Biaya

TGUK mengimplementasikan tiga langkah utama dalam pengendalian biaya atau cost management, yaitu:

Bacaan Lainnya
  1. Pengurangan Jumlah Outlet
    TGUK memutuskan untuk menutup beberapa outlet demi menekan beban operasional. Langkah ini berhasil memangkas beban operasional hingga 68,9 persen, memberikan dampak signifikan terhadap pengeluaran perusahaan.
  2. Pengurangan Jumlah Karyawan
    Pada Oktober 2024, TGUK telah mengurangi jumlah karyawan dari 628 menjadi hanya 88 orang. Pengurangan ini melibatkan 540 karyawan dalam kurun waktu sepuluh bulan pertama tahun ini. Dari 88 karyawan yang tersisa, 21 orang bekerja di kantor utama (Head Office/HO), sementara 67 lainnya tetap ditempatkan di outlet.
  3. Pemindahan Lokasi Kantor Utama
    Untuk efisiensi lebih lanjut, TGUK memindahkan lokasi kantor utama mereka. Langkah ini berhasil menekan biaya sewa dan utilitas hingga Rp480 juta.
Baca Juga  Komnas HAM Minta Perusahaan Tidak Lakukan PHK dan Pemerintah Lindungi Hak Pekerja

Tantangan Finansial TGUK

Hingga September 2024, pendapatan TGUK turun sebesar 30 persen menjadi Rp69,8 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp100,1 miliar. Penurunan signifikan ini terjadi pada periode April hingga September 2024.

Meski beban pokok pendapatan berhasil ditekan hingga 38 persen dari Rp48,7 miliar menjadi Rp35,1 miliar, efisiensi tersebut belum cukup untuk mengangkat kinerja bottom line perusahaan. TGUK mencatat kerugian sebesar Rp20 miliar pada periode ini, berbanding terbalik dengan keuntungan Rp4 miliar di periode yang sama tahun 2023.

Baca Juga  PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Raup Rp2,2 Triliun Meski Pendapatan Turun, Ini Rahasianya

Harga Saham TGUK

Kinerja keuangan yang menurun juga berdampak pada harga saham TGUK. Saat ini, harga saham perusahaan berada di level Rp50, turun hingga 46,8 persen sejak awal tahun.

Melalui strategi efisiensi ini, TGUK berharap dapat menstabilkan operasional dan memperbaiki kinerja keuangan mereka di masa depan. Langkah pengendalian biaya yang diterapkan menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menghadapi tantangan di industri makanan dan minuman.

Untuk informasi lebih lanjut tentang berita bisnis terkini, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait