JurnalLugas.Com – PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO), perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia, mengumumkan transaksi penjualan saham yang dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) mereka, Suryandaru. Orang nomor satu di perusahaan ini telah melepas seluruh saham yang dimilikinya, yakni sebanyak 16.200.200 lembar saham atau setara 0,37 persen dari total kepemilikan saham perseroan.
Rincian Penjualan Saham
Penjualan saham dilakukan dalam tiga tahap pada 24 Januari 2025, dengan rincian sebagai berikut:
- 2.815.200 saham dijual dengan harga Rp30 per saham.
- 12.032.900 saham dilepas dengan harga Rp31 per saham.
- 1.352.100 saham dijual pada harga Rp32 per saham.
Berdasarkan total transaksi tersebut, Suryandaru berhasil mengantongi dana sebesar Rp500,74 juta dari hasil penjualan sahamnya di NANO.
Alasan Penjualan Saham
Menanggapi aksi jual ini, Corporate Secretary NANO, Ahmad Fathoni, menyatakan bahwa tujuan dari transaksi tersebut adalah untuk keperluan pribadi. Dengan selesainya transaksi ini, Suryandaru kini tidak lagi memiliki saham di NANO alias nol persen.
Pergerakan Saham NANO
Penjualan saham ini tampaknya berdampak pada harga saham NANO di pasar. Pada perdagangan Senin (3 Februari 2025), saham NANO mengalami penurunan 5,71 persen menjadi Rp33 per saham. Namun, dalam sepekan terakhir, saham ini masih berada di zona hijau dengan kenaikan 3,12 persen, bahkan mencatatkan kenaikan 10 persen dalam sebulan terakhir.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai berita bisnis dan investasi lainnya, kunjungi Jurnal Lugas.






