JurnalLugas.Com – Dua raksasa otomotif asal Jepang, Honda dan Nissan, dipastikan membatalkan rencana merger yang sempat menjadi perhatian industri global. Penyebab utama kegagalan tersebut adalah ketidaksepakatan kedua perusahaan mengenai struktur manajemen pasca-merger.
Honda mengusulkan agar Nissan menjadi anak perusahaan di bawah kendalinya sebagai langkah strategis untuk mempercepat proses pengambilan keputusan. Namun, Nissan yang tengah menghadapi tantangan penurunan penjualan di beberapa pasar utama tetap bersikukuh mempertahankan struktur perusahaan induk yang memberikan lebih banyak otonomi.
CEO Honda, Toshihiro Mibe, pada Jumat, 14 Februari 2025, menyatakan bahwa pihaknya memahami betapa sulitnya bagi Nissan untuk menerima usulan tersebut. “Kami menduga bahwa menerima proposal kami akan menjadi keputusan yang sangat berat bagi Nissan,” ujarnya.
Mibe menegaskan bahwa Honda mengajukan pengambilalihan kendali atas Nissan dengan tujuan menciptakan efisiensi dalam proses pengambilan keputusan. Menurutnya, rencana awal pembentukan perusahaan induk dengan keterlibatan perwakilan kedua belah pihak justru berpotensi memperlambat proses, terutama saat menghadapi tantangan besar di industri otomotif.
Lebih lanjut, Mibe membantah spekulasi bahwa Honda akan melakukan pengambilalihan paksa terhadap Nissan. “Kami tidak pernah memikirkannya dan tidak punya rencana melakukannya,” tambahnya.
Di sisi lain, CEO Nissan, Makoto Uchida, mengungkapkan bahwa pihaknya menolak tawaran Honda karena kekhawatiran terhadap hilangnya otonomi perusahaan di masa depan. “Kami tidak yakin apakah otonomi kami akan terjamin,” kata Uchida.
Uchida juga menegaskan bahwa Nissan akan tetap mencari mitra strategis guna memperkuat posisi bisnisnya. Selain itu, Nissan berencana terus menjajaki kolaborasi dengan Honda dan Mitsubishi di beberapa sektor tertentu.
Keputusan pembatalan merger ini terjadi di tengah upaya kedua perusahaan untuk menekan biaya pengembangan kendaraan listrik dan perangkat lunak. Keduanya berambisi untuk tetap bersaing dengan pemain global seperti Tesla Inc. asal Amerika Serikat dan BYD Co. dari Tiongkok yang semakin mendominasi pasar kendaraan ramah lingkungan.
Informasi lengkap mengenai perkembangan industri otomotif bisa Anda simak di jurnallugas.comJurnalLugas.Com






