JurnalLugas.Com – Produsen mobil asal Jepang, Honda dan Nissan, dikabarkan akan membatalkan rencana merger yang sebelumnya diumumkan pada akhir tahun lalu. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa kedua perusahaan mengalami kesulitan dalam mencapai kesepakatan terkait struktur merger.
Perbedaan Pendapat Jadi Penghambat
Menurut berbagai sumber, salah satu faktor utama yang menghambat kesepakatan adalah perbedaan visi antara Honda dan Nissan. Honda disebut ingin menjadikan Nissan sebagai anak perusahaannya, sebuah usulan yang mendapat penolakan keras dari pihak Nissan.
Secara posisi di industri otomotif Jepang, Honda menempati peringkat kedua setelah Toyota, sedangkan Nissan berada di posisi ketiga. Dari segi nilai pasar, Honda jauh lebih unggul dengan valuasi sekitar lima kali lipat lebih besar dibandingkan Nissan.
Target Merger Tidak Tercapai
Ketika rencana merger diumumkan, kedua belah pihak menargetkan pembentukan perusahaan induk yang akan beroperasi penuh pada Agustus 2026. Namun, dengan adanya perbedaan mendasar dalam struktur kepemilikan, upaya ini tampaknya menemui jalan buntu.
Media Jepang, Asahi, melaporkan bahwa dewan direksi Honda dan Nissan akan segera mengadakan pertemuan terpisah untuk membahas kemungkinan pembatalan merger ini. Seorang sumber menyebutkan bahwa Honda merasa pembicaraan tidak berjalan sesuai harapan, sehingga opsi pembatalan menjadi semakin besar.
Pernyataan Resmi Masih Ditunggu
Sementara itu, pihak Nissan menegaskan bahwa diskusi dengan Honda masih berlangsung dan keputusan final belum diambil. Honda sendiri direncanakan akan memberikan pengumuman resmi terkait kelanjutan pembicaraan ini pada pertengahan Februari 2025.
Jika benar merger ini dibatalkan, industri otomotif Jepang bisa mengalami dampak signifikan, mengingat penggabungan dua produsen besar ini sebelumnya diharapkan mampu meningkatkan daya saing mereka secara global.
Baca berita otomotif lainnya di JurnalLugas.com.






