JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat (AS) periode sebelumnya, Donald Trump, kembali menegaskan keyakinannya bahwa rencana pencaplokan Greenland oleh AS akan berhasil sepenuhnya. Dalam sebuah wawancara dengan media, Trump dengan percaya diri menyatakan, “Kita akan mendapatkan Greenland. Ya, 100 persen.”
Keinginan Trump untuk menguasai Greenland bukanlah hal baru. Sejak Desember lalu, ia telah menyuarakan ambisinya untuk menjadikan wilayah yang strategis ini sebagai bagian dari AS. Ambisi ini semakin diperkuat dengan kunjungan Wakil Presiden AS, J.D. Vance, ke pangkalan luar angkasa AS yang berlokasi di Greenland pada Jumat (28/3).
Greenland dan Sejarah Keterkaitannya dengan Denmark
Greenland, yang sebelumnya merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953, saat ini masih berada di bawah Kerajaan Denmark. Meskipun begitu, sejak 2009, wilayah ini telah memperoleh status otonomi, yang memungkinkan mereka mengatur kebijakan domestik secara independen tanpa intervensi penuh dari Denmark.
Penolakan Keras dari Greenland
Meski Trump optimis dengan inisiatif ini, kenyataannya mayoritas penduduk Greenland serta partai politik di wilayah tersebut dengan tegas menolak gagasan untuk bergabung dengan AS. Banyak pihak di Greenland menilai bahwa integrasi dengan AS bukanlah solusi yang menguntungkan bagi masa depan mereka.
Sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki posisi strategis dalam geopolitik global, Greenland tetap menjadi subjek kepentingan dari berbagai negara besar.
Namun, bagi penduduk setempat, otonomi dan identitas budaya mereka jauh lebih berharga dibandingkan dengan keuntungan politik atau ekonomi yang mungkin ditawarkan oleh pencaplokan tersebut.
Untuk berita dan analisis lebih lanjut terkait isu geopolitik global, kunjungi JurnalLugas.Com.






