Politbiro China Setuju Ini Kebijakan Xi Jinping Majukan AI Singkirkan AS

JurnalLugas.Com – Presiden China, Xi Jinping, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pengembangan kecerdasan buatan (AI) di negaranya. Dalam sebuah pertemuan Politbiro, Xi mengungkapkan bahwa China sedang berada dalam persaingan ketat dengan Amerika Serikat untuk menjadi negara terdepan dalam bidang kecerdasan buatan. Untuk itu, ia menegaskan perlunya langkah-langkah strategis yang menyeluruh dalam mengembangkan teknologi AI di China.

Xi mengungkapkan, “Kita harus memanfaatkan sistem nasional yang baru secara keseluruhan untuk mendorong pengembangan AI,” seraya menekankan pentingnya inovasi teknologi, pengembangan industri, dan aplikasi berbasis AI yang komprehensif. Menurutnya, keberhasilan dalam mengembangkan kecerdasan buatan memerlukan upaya yang maksimal, mengingat besarnya potensi teknologi ini dalam berbagai sektor kehidupan.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  China Bantah Suplai Senjata ke Iran, Ancaman Tarif Trump Picu Risiko Baru

Sebagai bagian dari upaya pengembangan AI yang lebih terstruktur, pemerintah China berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam berbagai aspek. Xi menambahkan bahwa China akan menyusun kebijakan yang mendukung kemajuan teknologi, termasuk dalam hal pengadaan pemerintah, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta riset dan pengembangan bakat di bidang AI.

China juga telah mencuri perhatian dunia dengan kehadiran perusahaan rintisan AI bernama DeepSeek. Meski menggunakan chip yang tidak sekeren teknologi buatan AS, DeepSeek berhasil mengembangkan solusi AI yang lebih terjangkau. Kehadiran perusahaan ini seakan menjawab anggapan bahwa China tertinggal setelah peluncuran ChatGPT oleh OpenAI pada akhir 2022. Xi Jinping menyatakan bahwa China akan terus melanjutkan perkembangan dan memperkuat penelitian dalam bidang AI.

Lebih lanjut, Xi menjelaskan pentingnya memperkuat penelitian dasar dan menguasai teknologi inti yang vital, seperti chip canggih dan perangkat lunak dasar. “Kita harus membangun sistem perangkat lunak dan perangkat keras AI yang independen, terkendali, dan kolaboratif,” tegasnya. Dengan langkah ini, China bertujuan tidak hanya menjadi pesaing kuat, tetapi juga menciptakan ekosistem AI yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing.

Baca Juga  Polri Bongkar Jaringan Judol China-Kamboja di Jabodetabek Omzet Capai Rp20 Miliar

Keinginan Xi untuk mengembangkan dan menguasai AI menjadi bagian dari upaya besar China untuk menjadi kekuatan teknologi global. Dengan fokus pada riset dan pengembangan, serta kebijakan yang mendukung inovasi, China ingin memastikan posisi terdepannya di masa depan.

Untuk berita lebih lanjut seputar perkembangan teknologi dan kebijakan global, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait