JurnalLugas.Com — Pemerintah Indonesia dan Federasi Rusia menyatakan komitmen bersama untuk mendorong penyelesaian konflik antara Palestina dan Israel, khususnya di wilayah Gaza, serta mendesak terciptanya gencatan senjata yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Muhammad Anis Matta, usai pertemuan bilateral dengan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Leonidovich Bogdanov, pada Selasa, 27 Mei 2025.
Pertemuan yang digelar di tengah ketegangan berkepanjangan di Timur Tengah ini mencerminkan sinergi diplomatik antara Jakarta dan Moskow yang telah terjalin lama. Dalam siaran pers resmi Kementerian Luar Negeri RI, Wamen Anis menekankan pentingnya kerja sama strategis antara kedua negara dalam menyikapi dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
“Indonesia dan Rusia memiliki hubungan yang kokoh di berbagai sektor. Kerja sama ini juga mencakup isu-isu strategis di tingkat regional dan internasional, termasuk dalam merespons krisis kemanusiaan di Gaza,” ujar Anis.
Solusi Dua Negara Jadi Fokus Utama
Dalam dialog tersebut, kedua belah pihak kembali menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan keluar yang adil dan damai bagi konflik Palestina-Israel. Pendekatan ini dinilai sebagai langkah paling rasional dan manusiawi dalam mengakhiri pertumpahan darah dan penderitaan yang telah berlangsung puluhan tahun.
Keduanya juga mencatat bahwa eskalasi kekerasan di Gaza telah memicu krisis kemanusiaan yang mengkhawatirkan, termasuk tingginya jumlah korban sipil serta rusaknya infrastruktur vital. Serangan yang terus berlanjut telah memaksa ribuan warga sipil meninggalkan rumah mereka dan hidup dalam pengungsian.
Bahas Situasi Timur Tengah Lebih Luas
Tidak hanya fokus pada Gaza, pertemuan juga mencakup diskusi menyeluruh mengenai situasi geopolitik di kawasan lain, termasuk kondisi di Suriah. Selain itu, kedua negara menjajaki peluang kerja sama yang lebih erat dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan kelompok BRICS, guna memperkuat solidaritas negara-negara Selatan dalam menghadapi tantangan global.
Langkah konkret ini memperlihatkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi global dan komitmen Rusia untuk tetap terlibat dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah melalui jalur damai.
Untuk berita lengkap dan terpercaya seputar politik luar negeri dan dinamika global lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






