Israel Bunuh 5 Jurnalis Al Jazeera Reporters Without Borders (RSF) Kecam Zionis

JurnalLugas.Com – Organisasi Reporters Without Borders (RSF) menjadi pihak terbaru yang mengutuk tewasnya lima staf Al Jazeera akibat serangan udara Zionis Israel di Gaza. Insiden yang menewaskan reporter Anas al-Sharif dan empat rekannya ini memicu desakan agar Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang darurat untuk membahas perlindungan jurnalis di zona konflik.

Dalam pernyataan resminya, RSF menegaskan pembunuhan al-Sharif dilakukan secara terarah. Serangan tersebut terjadi di dekat Rumah Sakit Al-Shifa pada Minggu, 10 Agustus 2025, menghancurkan tenda tempat para jurnalis berlindung. Selain lima korban dari Al Jazeera, tiga pekerja media lainnya mengalami luka-luka.

Bacaan Lainnya

“Kami mengecam keras pembunuhan Anas al-Sharif yang diklaim tentara Israel. Tuduhan terhadapnya sebagai teroris tidak disertai bukti yang kuat,” tulis RSF, Senin (12/8).

Tuduhan Israel Ditolak

Militer Israel mengklaim al-Sharif merupakan komandan sel Hamas yang menyamar sebagai jurnalis. Namun, tuduhan itu dibantah keras oleh Al Jazeera, Komite untuk Perlindungan Jurnalis (CPJ), dan Pelapor Khusus PBB untuk kebebasan berekspresi. Mereka menyebut tidak ada bukti kredibel yang mendukung klaim tersebut.

RSF menuding Israel menggunakan taktik umum untuk membenarkan tindakan terhadap jurnalis, yakni menstigmatisasi korban tanpa dasar hukum jelas. Organisasi ini juga menilai negara-negara Barat seperti Uni Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat memilih bungkam atas peristiwa ini.

Desakan Sidang Darurat DK PBB

RSF menyerukan agar Dewan Keamanan PBB mengaktifkan Resolusi 2222 Tahun 2015, yang menekankan perlindungan jurnalis dalam konflik bersenjata. Menurut RSF, tanpa tindakan tegas komunitas internasional, risiko pembunuhan di luar hukum terhadap awak media akan terus meningkat.

“Sudah ada empat pengaduan kami ke Mahkamah Pidana Internasional terkait dugaan kejahatan perang terhadap jurnalis di Gaza,” ungkap RSF.

Daftar Korban

Selain Anas al-Sharif, empat staf Al Jazeera lainnya yang tewas adalah Mohammed Qreiqeh, juru kamera Ibrahim Zaher, Mohammed Noufal, dan Moamen Aliwa. Dua warga sipil juga dilaporkan meninggal dunia dalam serangan yang sama, sehingga total korban mencapai tujuh orang.

Serangan di luar gerbang utama RS Al-Shifa tersebut kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi para jurnalis di medan perang, terutama di Gaza yang terus dilanda konflik berkepanjangan.

Baca berita selengkapnya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Zionis Israel Bunuh Jurnalis Palestina dan Langgar Kebebasan Pers

Pos terkait