JurnalLugas.Com – Di tengah ketidakpastian pasar global, sebuah istilah baru mencuat di kalangan investor Wall Street: TACO, akronim dari Trump Always Chickens Out, yang jika diterjemahkan berarti “Trump Selalu Melunak”. Julukan ini menggambarkan pola kebijakan tarif yang kerap diumumkan dengan keras oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, namun kemudian dilunakkan dalam waktu singkat.
Fenomena TACO bukan sekadar jargon kosong. Ia merujuk pada kecenderungan Trump untuk menggertak pasar dengan tarif tinggi, hanya untuk kemudian menundanya atau menguranginya secara signifikan. Dampaknya, saham-saham yang sempat terpuruk usai pengumuman, perlahan pulih setelah realisasi kebijakan ternyata tak sekeras yang diantisipasi.
Contohnya terjadi pada 2 April 2025, ketika Trump mengumumkan gelombang tarif baru terhadap puluhan negara. Namun, dalam hitungan hari, kebijakan itu ditunda selama 90 hari. Hal serupa terjadi pada tarif terhadap produk impor dari China. Awalnya diumumkan sebesar 145 persen, lalu diturunkan menjadi 30 persen untuk periode 90 hari yang dimulai bulan lalu.
Istilah TACO Makin Populer, Trump Meradang
Istilah TACO pertama kali dipopulerkan oleh Robert Armstrong, komentator ternama dari Financial Times. Seiring dengan pola berulang dalam kebijakan Trump, istilah ini cepat menyebar di kalangan analis keuangan dan pelaku pasar modal. Banyak yang mulai menggunakan TACO sebagai parameter informal untuk memprediksi pergerakan harga saham yang sensitif terhadap isu perdagangan internasional.
Namun, tidak semua pihak menerima istilah tersebut dengan senang hati. Trump sendiri dikabarkan tidak menyukai julukan itu. Dalam sebuah wawancara, ia menanggapi dengan tegas, “Jangan pernah menyebut itu lagi. Itu adalah hal yang tidak baik.”
Meski begitu, pola kebijakan tarif yang berubah-ubah terus terjadi. Pada Mei lalu, Trump sempat mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap impor dari Uni Eropa. Tetapi, hanya beberapa hari kemudian, penerapan kebijakan itu ditunda hingga Juli 2025.
Pasar Belajar dari Pola Trump?
Bagi para investor, memahami pola TACO bisa menjadi senjata untuk meminimalkan kerugian dan bahkan meraih keuntungan dari fluktuasi pasar. Meski tidak ada jaminan bahwa tren ini akan terus berlanjut, sinyal dari masa lalu memberi pelajaran bahwa ancaman tarif tinggi dari Trump belum tentu akan diwujudkan secara utuh.
Namun, di sisi lain, ketidakpastian semacam ini menambah beban psikologis pasar. Kejelasan kebijakan menjadi salah satu elemen penting yang dirindukan pelaku ekonomi global, terlebih menjelang pemilihan presiden AS mendatang, di mana Trump kembali menjadi sosok sentral dalam kampanye politik dan ekonomi.
Untuk mengikuti perkembangan terbaru seputar isu global dan kebijakan ekonomi dunia, kunjungi JurnalLugas.Com.






