JurnalLugas.Com – Produsen otomotif asal Korea Selatan, Kia, resmi mengonfirmasi bahwa sedan listrik terbarunya, EV4, akan tersedia dalam opsi penggerak semua roda (AWD) dan varian performa tinggi GT. Ini menjadi langkah signifikan Kia untuk memperkuat eksistensinya di pasar kendaraan listrik yang semakin kompetitif, khususnya menghadapi rival seperti Tesla dan Hyundai.
Produksi Dimulai Akhir 2025, Dijual Global Tahun 2026
Kia EV4 dijadwalkan mulai diproduksi untuk pasar Amerika Utara dan Australia pada kuartal terakhir tahun 2025. Sementara penjualannya akan dimulai pada awal tahun 2026. Sebelumnya, mobil ini sudah lebih dulu dipasarkan di Korea Selatan dengan konfigurasi penggerak roda depan (FWD).
Untuk versi awal, Kia EV4 akan dibekali satu motor listrik dengan tenaga lebih dari 200 tenaga kuda. Konsumen juga dapat memilih antara dua kapasitas baterai, yakni 58,3 kWh atau 81,4 kWh, tergantung pada kebutuhan daya jelajah.
EV4 AWD: Tambahan Motor, Tambahan Daya
Konfirmasi hadirnya varian AWD menjadi sorotan penting. Dalam dunia kendaraan listrik, menambahkan AWD berarti menambahkan motor listrik kedua pada as belakang. Ini tak hanya memberikan traksi lebih baik, terutama saat kondisi jalan licin, tetapi juga meningkatkan tenaga total kendaraan secara signifikan.
Meski Kia belum mengungkap detail spesifik seperti output tenaga maupun tanggal peluncuran versi AWD, pihaknya memastikan bahwa model tersebut akan dirilis menyusul setelah peluncuran awal varian FWD pada 2026.
EV4 GT: Performa Tinggi, Teknologi Canggih
Varian performa tinggi EV4 GT diperkirakan akan membawa sensasi berkendara yang jauh lebih agresif. Jika melihat EV6 GT sebagai perbandingan, mobil tersebut memiliki motor ganda dengan baterai 77,4 kWh dan menghasilkan tenaga hingga 576 hp. Maka, besar kemungkinan EV4 GT akan membawa performa yang sedikit di bawah EV6 GT, namun masih mampu bersaing langsung dengan Tesla Model 3 Performance yang menghasilkan sekitar 510 hp.
Lebih menarik lagi, EV4 GT diyakini akan dilengkapi dengan Virtual Gear Shift, fitur simulasi transmisi delapan percepatan yang dikembangkan oleh Hyundai-Kia. Teknologi ini mensimulasikan perpindahan gigi, lengkap dengan paddle shift, kurva torsi buatan, dan bahkan redline virtual, menghadirkan sensasi berkendara seperti mobil sport konvensional.
Dampak Terhadap Jarak Tempuh
Namun performa tinggi datang dengan kompromi, terutama pada aspek efisiensi daya. Kia menargetkan jarak tempuh hingga 531 km (estimasi EPA) untuk versi FWD dengan baterai 81,4 kWh. Sedangkan versi baterai kecil 58,3 kWh diprediksi mampu menempuh jarak sekitar 378 km. Dengan tambahan motor untuk AWD dan fitur performa GT, angka-angka ini diperkirakan akan menurun, seiring bertambahnya bobot dan konsumsi energi.
Meski demikian, EV4 tetap menjanjikan sebagai sedan listrik kompak masa depan yang menggabungkan desain futuristik, teknologi canggih, dan pilihan performa yang dapat disesuaikan dengan gaya hidup pengemudi modern.
Untuk berita otomotif terkini lainnya, kunjungi: JurnalLugas.Com






