Utang AS Membengkak Menkeu Scott Bessent Pastikan Paman Sam Tidak Akan Pernah Gagal Bayar

JurnalLugas.Com – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, menyatakan dengan tegas bahwa negaranya negeri Paman Sam, tidak akan pernah mengalami gagal bayar utang (default), meskipun menghadapi tantangan fiskal yang cukup serius saat ini.

“Saya akan mengatakan Amerika Serikat tidak akan pernah gagal bayar. Itu tidak akan pernah terjadi,” ujar Bessent dalam sebuah wawancara pada Senin, 2 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran publik dan pengamat ekonomi terkait potensi krisis fiskal yang membayangi pemerintah AS. Bessent mengakui bahwa saat ini Negeri Paman Sam tengah berada dalam situasi waspada terkait utang negara.

“Kita berada di jalur peringatan, namun kita tidak akan pernah menabrak tembok,” tegasnya.

Kekhawatiran atas RUU Pajak Trump

Sinyal bahaya terhadap kondisi fiskal AS muncul sejak Rancangan Undang-Undang (RUU) pemangkasan pajak yang diusulkan Presiden Donald Trump mendapat lampu hijau dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada Mei lalu. RUU tersebut antara lain berisi usulan peningkatan pagu utang nasional sebesar USD4 triliun, yang kini tengah dalam proses pembahasan di Senat.

Banyak ekonom memperingatkan bahwa kebijakan ini justru dapat memperlebar defisit anggaran dan menimbulkan beban fiskal jangka panjang bagi negara.

Tak hanya itu, lembaga pemeringkat Moody’s pun menurunkan peringkat utang AS bulan lalu, menyusul kekhawatiran terhadap arah kebijakan fiskal yang dinilai tidak berhati-hati dan melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional.

Ancaman Kehabisan Dana di Agustus 2025

Dalam pernyataan sebelumnya, Scott Bessent bahkan sempat memperingatkan bahwa pemerintah AS berpotensi kehabisan dana pada Agustus 2025, jika batas atas utang tidak segera dinaikkan oleh Kongres.

Namun demikian, ia tetap optimistis proses konsolidasi fiskal akan berjalan secara bertahap.

“Kami akan menurunkan defisit secara perlahan. Ini merupakan proses yang panjang, jadi tujuannya adalah untuk menurunkannya dalam empat tahun ke depan,” kata Bessent.

Pernyataan-pernyataan Bessent ini menjadi sorotan global, mengingat posisi AS sebagai ekonomi terbesar dunia yang pergerakan fiskalnya memengaruhi stabilitas keuangan internasional.

Keyakinan Scott Bessent menjadi sinyal penting bagi pasar dan investor bahwa pemerintah AS masih memiliki pijakan kuat untuk menghindari skenario terburuk. Namun, tantangan tetap ada di depan, terutama terkait konsolidasi anggaran dan kepastian politik fiskal di Kongres.

Untuk informasi aktual lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Ini Daftar Pangkalan Militer Amerika di Timur Tengah Lengkap Jumlah Pasukan dan Alutsista

Pos terkait