SIG Gunakan 2 Juta Ton Bahan Alternatif Emisi Semen Turun Drastis

JurnalLugas.Com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG mencatat langkah besar dalam transisi menuju industri yang ramah lingkungan. Sepanjang tahun 2024, BUMN tersebut berhasil memanfaatkan dua juta ton bahan bakar dan bahan baku alternatif dalam proses produksinya. Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menekan emisi karbon dan memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 0,5 juta ton merupakan bahan bakar alternatif yang digunakan untuk menggantikan energi panas dari bahan bakar fosil. Hasilnya, tingkat thermal substitution rate (TSR) SIG meningkat menjadi 7,56 persen, naik dari 7,27 persen pada tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa pemanfaatan energi alternatif terbukti efektif menurunkan emisi karbon dari produksi semen. “Saat ini, emisi karbon dari produksi semen jenis PCC SIG mencapai 494 kg CO₂ per ton semen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata emisi dari semen konvensional yang mencapai 800 kg CO₂ per ton,” jelas Vita, Jumat, 6 Juni 2025.

Baca Juga  Semen Indonesia SIG Tembus Pasar Eropa, Ekspor Perdana ke Reunion Island Prancis

Limbah Jadi Energi, Sampah Jadi Solusi

Vita menyebut bahwa bahan bakar alternatif yang digunakan berasal dari berbagai sumber ramah lingkungan seperti biomassa, limbah industri, hingga sampah kota yang diolah menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF). Inisiatif ini tak hanya mengurangi emisi, tetapi juga membantu menyelesaikan persoalan lingkungan hidup.

“Limbah dan sampah yang dikelola dengan pendekatan ekonomi sirkular dapat diubah menjadi energi terbarukan yang bermanfaat. Ini adalah solusi yang tidak hanya mengurangi kerusakan lingkungan, tetapi juga melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit akibat timbunan sampah yang tidak terkelola,” ujar Vita.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa penggunaan RDF memberikan dampak positif langsung bagi daerah. Selain mengurangi beban TPA, RDF juga membantu menekan bau menyengat dan potensi penyakit dari sampah. Di sisi lain, limbah industri seperti copper slag, fly ash, bottom ash, hingga paper sludge juga dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif produksi semen.

Baca Juga  Strategi Baru Semen Baturaja Integrasi SIG Lewat Skema Management Fee

Menuju Emisi Nol Bersih 2050

Langkah SIG dalam mengadopsi bahan alternatif sejalan dengan target global untuk mencapai emisi nol bersih (Net Zero Emission) pada tahun 2050. “Sebagai entitas industri yang berpengalaman, SIG membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan visi keberlanjutan melalui implementasi ekonomi sirkular,” tegas Vita.

Dengan berbagai upaya tersebut, Semen Indonesia menegaskan peran strategisnya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memberi kontribusi nyata dalam mengatasi krisis iklim global.

📌 Baca berita terkini dan mendalam lainnya hanya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait