Tembakau Deli Bangkit Lagi! Warisan Sumut Ini Kini Jadi Wisata Edukasi Sejarah

JurnalLugas.Com – Tembakau Deli, komoditas legendaris dari Sumatera Utara yang telah dikenal sejak era kolonial, kembali menjadi sorotan. Sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof. Dr. Phil Ichwan Azhari MS, menegaskan pentingnya pelestarian tembakau Deli sebagai bagian dari warisan sejarah yang tak ternilai.

“Tembakau Deli harus terus dipertahankan sebagai warisan sejarah,” tegas Prof. Ichwan saat melakukan kunjungan lapangan bersama mahasiswa di Kebun Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, Senin (09/06/2025).

Bacaan Lainnya

Menurut Guru Besar Ilmu Sejarah tersebut, tembakau Deli kini telah menjadi objek kajian penting bagi mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unimed. Mereka diajak langsung ke lapangan untuk memahami sejarah serta proses budidaya tembakau Deli.

“Para mahasiswa ini generasi 2000-an, sebagian besar baru kali ini menyaksikan langsung kebun dan proses penanaman tembakau Deli. Ini menjadi pengalaman berharga yang tidak bisa digantikan oleh teori semata,” jelasnya.

Baca Juga  Tembakau Masuk RUU Komoditas Strategis Industri dan Petani Terjamin

Kolaborasi Unimed dan PTPN: Pendidikan dan Pelestarian

Kegiatan kuliah lapangan tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 Regional 1. Prof. Ichwan pun mengapresiasi langkah terbuka dari PTPN dalam mendukung pendidikan sejarah dan pelestarian warisan budaya.

“Ke depan, kerja sama ini bisa dikembangkan lebih jauh. Misalnya dengan membuat festival tembakau Deli yang dipusatkan di sekitar Kebun Helvetia,” tambahnya.

Potensi Agro Eduwisata Tembakau Deli

Data dari PTPN 1 Regional 1 menyebutkan, tahun ini ditargetkan produksi tembakau kering mencapai 14 ton dari total lahan seluas 20 hektare. Angka tersebut menunjukkan optimisme dalam upaya membangkitkan kembali kejayaan tembakau Deli.

Hendri Hutabarat, Manajer Unit Tanaman Tembakau, menjelaskan bahwa tembakau Deli memiliki nilai historis dan ekonomi yang tinggi. Tanaman tropis ini pertama kali dikembangkan pada 1863 dan pernah menjadi simbol prestise di pasar internasional.

“Saat ini kami tidak hanya memproduksi daun tembakau, tapi juga mendorong hilirisasi dengan mengolahnya menjadi cerutu,” ujar Hendri.

Tahapan Tanam dan Prospek Cerah

Musim tanam 2025 terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama seluas 10 hektare sudah dipanen dan sedang dalam masa fermentasi di gudang sortasi Desa Tandem, Hamparan Perak. Sementara tahap kedua, juga seluas 10 hektare, telah berusia 25 hari dan diperkirakan mulai dipanen dalam dua pekan mendatang.

Dengan melibatkan sekitar 50 mahasiswa dalam kunjungan edukatif ini, PTPN 1 Regional 1 tidak hanya mendukung dunia pendidikan, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam menjaga dan mengembangkan potensi tembakau Deli sebagai objek agro eduwisata sekaligus warisan budaya.

Untuk informasi dan berita terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait