Zionis Terkutuk Israel Gempur Iran Ilmuwan Nuklir hingga Komandan IRGC Dilaporkan Tewas

JurnalLugas.Com – Dalam sebuah eskalasi yang mengejutkan, Zionis Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah target strategis di Iran. Sasaran utama serangan ini mencakup pusat-pusat militer dan individu yang dikabarkan memiliki kaitan erat dengan program nuklir Iran.

Menurut laporan dari kantor berita Rusia, RIA Novosti, serangan tersebut juga diarahkan ke sejumlah petinggi militer Iran. Beberapa dari mereka disebut-sebut memiliki peran penting dalam pengembangan sistem pertahanan dan program nuklir negara itu.

Bacaan Lainnya

Imbas dari serangan tersebut, otoritas Iran langsung membatalkan seluruh penerbangan di Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran. Laporan dari ISNA, yang mengutip juru bicara bandara, menyebutkan pembatalan dilakukan sebagai tindakan pengamanan.

Tentara Israel mengonfirmasi bahwa jet-jet tempurnya telah menyelesaikan tahap awal dari operasi serangan yang mereka klaim sebagai langkah pre-emptive terhadap ancaman keamanan dari Teheran.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, menggelar rapat darurat dengan kabinetnya untuk membahas ketegangan terbaru antara Israel dan Iran. Langkah ini menunjukkan adanya keterlibatan diplomatik tingkat tinggi di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga  Perang Dunia Bisa Meletus, Macron Kirim Kapal Induk Nuklir Charles de Gaulle

Media Israel Ynet mengutip sumber internal yang menyebutkan bahwa beberapa tokoh penting militer Iran, termasuk Kepala Staf Umum, serta ilmuwan yang terlibat dalam proyek nuklir, kemungkinan besar tewas dalam serangan tersebut. Dua bangunan tempat tinggal yang diyakini menjadi rumah para pejabat militer Iran dilaporkan hancur.

Di antara korban yang dilaporkan tewas adalah Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Hussein Salami, Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya, Gholamali Rashid, serta ilmuwan nuklir Mohammad Mehdi Tehranchi dan mantan kepala Organisasi Energi Atom Iran, Fereydoon Abbasi. Kematian mereka dilaporkan oleh lembaga penyiaran nasional IRIB dan dikonfirmasi sebagian oleh kantor berita Tasnim.

Lebih dari itu, Press TV melaporkan adanya korban jiwa dari kalangan sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Namun, hingga kini belum ada rincian resmi mengenai jumlah pasti korban.

Tak hanya melalui serangan udara, Israel juga dilaporkan melakukan operasi sabotase di dalam wilayah Iran. Jurnalis senior Axios, Barak Ravid, menyebut bahwa dinas intelijen Israel, Mossad, memimpin serangkaian aksi rahasia untuk melumpuhkan sistem peluncuran rudal dan pertahanan udara Iran.

Baca Juga  Kejahatan Zionis Israel Tembaki Rumah Warga Qantara Lebanon Selatan Langgar Gencatan Senjata

“Bersamaan dengan serangan udara besar-besaran oleh Angkatan Udara Israel, Mossad memimpin serangkaian operasi sabotase rahasia jauh di dalam wilayah Iran. Operasi-operasi ini ditujukan untuk merusak situs-situs rudal strategis Iran dan kemampuan pertahanan udaranya,” tulis Ravid melalui akun resminya di platform X.

Situasi ini menambah babak baru dalam ketegangan lama antara Israel dan Iran, serta menimbulkan kekhawatiran global terkait potensi konflik terbuka yang dapat mengguncang stabilitas kawasan.

Untuk informasi mendalam dan perkembangan terbaru lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait