Zionis Israel Gempur Fasilitas Nuklir Iran Natanz Siaran TV Nasional Terputus

JurnalLugas.Com – Ketegangan antara Israel dan Iran kembali memanas setelah Zionis Israel melancarkan putaran kelima serangan udara ke sejumlah titik strategis di Iran. Serangan yang terjadi Senin malam waktu setempat itu menargetkan fasilitas nuklir Natanz, instalasi militer utama, hingga gedung pusat siaran nasional Iran.

Serangan ke pusat televisi nasional bahkan memutus siaran langsung yang tengah tayang, menandakan tingkat presisi dan kekuatan serangan militer Israel dalam fase terbaru konflik ini.

Bacaan Lainnya

Target Kunci: Natanz dan Infrastruktur Militer

Fasilitas nuklir Natanz yang dikenal sebagai jantung program pengayaan uranium Iran, dilaporkan mengalami kerusakan parah. Menurut laporan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sejumlah unit centrifuge bawah tanah dihantam dan kemungkinan menyebabkan kebocoran radiasi.

Selain itu, jet tempur Israel menghantam beberapa instalasi militer di Kermanshah, Esfahan, hingga Hamadan. Salah satu korban serangan adalah Mayjen Ali Shadmani, Kepala Komando Darurat Iran, yang tewas saat berada di markas komando militer utama.

Baca Juga  Pernyataan Pro-Israel ICJ Julia Sebutinde Picu Tuntutan Penyelidikan oleh Komisi Internasional

“Israel telah meraih superioritas udara mutlak di atas Teheran,” ungkap seorang pejabat pertahanan yang tak ingin disebutkan namanya.

Siaran Langsung Terputus, Warga Panik

Dalam momen yang jarang terjadi, siaran televisi pemerintah Iran tiba-tiba terputus setelah rudal menghantam gedung penyiaran. Tayangan live yang sedang berlangsung langsung gelap, memicu kekhawatiran publik terhadap eskalasi yang makin meluas ke ranah sipil.

Kepanikan melanda sejumlah kota besar, termasuk Teheran. Warga bergegas mengungsi, jalan-jalan macet, dan suplai BBM mulai langka. Pemerintah Israel sendiri telah mengeluarkan peringatan publik agar warga sipil di Teheran meninggalkan kota.

Korban Jiwa dan Respons Iran

Setidaknya 224 orang tewas dan lebih dari 1.000 lainnya mengalami luka akibat rangkaian serangan ini. Iran pun merespons dengan meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel. Namun sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome dan David’s Sling milik Israel.

Baca Juga  AS Akui Ingin Ganti Rezim Iran, Marco Rubio Target Utama Serangan Bukan Itu

Meski begitu, ketegangan belum mereda. Pemerintah Iran menyatakan masih membuka ruang untuk diplomasi, selama Israel menghentikan agresinya.

Serangan Hybrid dan Dominasi Udara Israel

Putaran kelima serangan ini memperlihatkan taktik hybrid militer Israel yang menggabungkan operasi udara, serangan drone, hingga infiltrasi intelijen. Kombinasi ini terbukti efektif melumpuhkan pertahanan Iran secara sistematis.

Banyak analis menilai, ini adalah fase paling serius dalam sejarah panjang konflik kedua negara. Sementara itu, komunitas internasional, termasuk negara-negara G7 dan PBB, terus menyerukan de-eskalasi demi menghindari perang terbuka berskala regional.

Pantau terus perkembangan konflik ini hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait