JurnalLugas.Com — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa total dana yang berhasil dihimpun dari penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) mencapai Rp73,9 triliun hingga 19 Juni 2025. Dana tersebut berasal dari 58 emisi yang dilakukan oleh 36 perusahaan penerbit sepanjang tahun berjalan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa tren penggalangan dana melalui EBUS masih menunjukkan gairah positif di tengah dinamika pasar keuangan.
“Hingga saat ini, telah diterbitkan 58 emisi dari 36 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp73,9 triliun,” ujarnya pada Senin (23/6/2025).
Lebih lanjut, BEI juga mencatat terdapat 58 emisi tambahan dalam pipeline dari 44 calon penerbit hingga 20 Juni 2025. Ini menjadi sinyal kuat bahwa minat perusahaan dalam memanfaatkan instrumen utang untuk pendanaan tetap tinggi.
Sektor keuangan mendominasi pipeline penerbitan dengan 24 perusahaan yang tengah bersiap untuk menerbitkan surat utang. Di bawahnya, sektor energi mencatatkan 7 perusahaan, disusul sektor barang konsumsi non-siklikal (consumer non-cyclicals) dengan 3 perusahaan.
Selain itu, pipeline juga diisi oleh sektor material dasar (basic materials) dan kesehatan (healthcare) masing-masing 2 perusahaan, sektor industri (industrials) sebanyak 2 perusahaan, infrastruktur (1), serta properti dan real estat dengan 3 perusahaan.
Namun, hingga saat ini tidak terdapat satupun calon penerbit dari sektor teknologi maupun transportasi dan logistik dalam daftar pipeline.
Kondisi ini mencerminkan peta sektor ekonomi yang aktif mengakses pasar utang domestik, sekaligus memberi gambaran mengenai fokus investasi dan ekspansi korporasi tahun ini.
Untuk informasi terkini dan berita finansial lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.






