Danantara Terbitkan Global Bond, Bidik Pendanaan Dolar AS Dorong Investasi

JurnalLugas.Com — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah mematangkan rencana penerbitan obligasi global atau global bond pada tahun ini. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pendanaan jangka menengah guna menopang peningkatan realisasi investasi, seiring peralihan Danantara dari fase rintisan menuju tahap eksekusi.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa penerbitan obligasi global masuk dalam sejumlah opsi pendanaan yang sedang dikaji secara menyeluruh. Menurutnya, kebutuhan pendanaan dalam mata uang asing menjadi salah satu pertimbangan utama.

Bacaan Lainnya

“Sebagian kebutuhan pendanaan kami memang perlu menggunakan denominasi dolar AS, bahkan berpotensi mata uang lainnya,” ujar Pandu, Jumat (23/1/2026).

Selain mempertimbangkan denominasi mata uang, Danantara juga menaruh perhatian pada kesesuaian antara sumber dana dan penggunaannya. Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi faktor krusial dalam perencanaan struktur pendanaan, mengingat eksposur terhadap mata uang asing berpotensi memengaruhi risiko keuangan jangka panjang.

Baca Juga  Danantara Mulai Dilirik Dunia Komitmen Investasi Indonesia-Qatar Tembus 4 Miliar Dolar

Meski ditargetkan berlangsung tahun ini, Pandu menyebut belum ada jadwal pasti terkait penerbitan obligasi global tersebut. Danantara akan mencermati momentum pasar global agar penerbitan surat utang dapat dilakukan pada kondisi yang paling optimal.

Sebelumnya, Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan terburu-buru memasuki pasar obligasi global. Menurutnya, kondisi pasar yang kondusif menjadi syarat mutlak sebelum langkah tersebut direalisasikan.

Salah satu indikator utama yang dipantau adalah pergerakan imbal hasil surat utang pemerintah Amerika Serikat. Penurunan yield dinilai dapat mempersempit selisih imbal hasil, sehingga biaya pendanaan menjadi lebih efisien.

Ali menjelaskan, Danantara berencana memulai proses pre-rating pada 2026 dengan melibatkan lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch Ratings, Standard & Poor’s, serta Moody’s. Tahapan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran awal mengenai potensi peringkat kredit sebelum obligasi benar-benar ditawarkan ke investor global.

Baca Juga  Gabung BPI Danantara Ketua KPK Tegas Tak Mau Gaji Sepeserpun

“Melalui pre-rating, kami bisa mengukur potensi imbal hasil sekaligus memastikan biaya pendanaan tetap kompetitif,” kata Ali dalam keterangannya.

Ia menambahkan, fokus utama Danantara saat ini adalah menuntaskan seluruh proses pre-rating. Apabila hasil pemeringkatan dinilai belum ideal, perusahaan menegaskan tidak akan melanjutkan ke tahap penerbitan obligasi global demi menjaga efisiensi biaya.

Rencana global bond ini melengkapi strategi pendanaan Danantara yang sebelumnya telah menghimpun dana melalui penerbitan patriot bond di dalam negeri, serta memperoleh fasilitas kredit sindikasi tanpa agunan dari perbankan internasional. Dengan diversifikasi sumber pendanaan tersebut, Danantara berharap dapat memperkuat kapasitas pembiayaan investasi nasional secara berkelanjutan.

Baca berita ekonomi dan investasi lainnya di https://jurnallugas.com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait