JurnalLugas.Com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah klaim adanya kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Tel Aviv. Pernyataan ini disampaikan Araghchi secara langsung melalui akun media sosial X pada Selasa (24/6), menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengklaim telah tercapai kesepakatan damai antara kedua pihak yang bertikai.
Dalam unggahannya pukul 00.46 GMT atau 07.46 WIB, Araghchi menegaskan bahwa “Sampai saat ini, TIDAK ADA ‘kesepakatan’ mengenai gencatan senjata atau penghentian operasi militer.” Ia menyebut bahwa pernyataan dari pihak luar, termasuk Amerika Serikat, tidak mencerminkan kondisi lapangan sebenarnya.
Namun, Iran memberikan isyarat bahwa serangan balasan dapat dihentikan apabila Israel segera mengakhiri agresinya. “Jika rezim Israel menghentikan agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran paling lambat pukul 04.00 waktu Teheran (08:30 WIB), kami tidak berniat melanjutkan serangan balasan setelah itu,” tegas Araghchi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keputusan akhir mengenai kelanjutan atau penghentian operasi militer Iran akan ditentukan kemudian berdasarkan dinamika situasi di lapangan dan pertimbangan strategis Dewan Keamanan Nasional Iran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama 12 hari. Trump menyebut gencatan senjata akan dimulai 24 jam setelah pengumuman, dan hal ini disambut pasar global dengan positif. Namun, pernyataan Araghchi menunjukkan bahwa klaim Trump belum sepenuhnya terkonfirmasi oleh Teheran.
Kondisi ini memperlihatkan adanya ketegangan komunikasi antara pihak-pihak internasional dalam merespons krisis di Timur Tengah. Analis Timur Tengah, Reza Pahlavi, menyatakan bahwa situasi masih sangat cair. “Pernyataan Iran menandakan mereka tetap pada posisi bertahan, menunggu Israel mengambil langkah pertama,” ujarnya singkat.
Sementara itu, masyarakat internasional terus berharap adanya deeskalasi kekerasan, mengingat potensi konflik lebih luas bisa memicu ketegangan regional yang jauh lebih besar.
Baca informasi lengkap dan perkembangan terbaru seputar konflik Iran-Israel hanya di JurnalLugas.Com.






