JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kembali tertekan pada perdagangan Rabu, 25 Juni 2025. Kontrak pengiriman September di Bursa Malaysia ditutup melemah 0,5% ke posisi MYR 3.963 per ton. Ini merupakan level terendah sejak 13 Juni, menandai penurunan harga selama hampir dua pekan terakhir.
Terdapat sejumlah faktor yang menjadi pemberat laju CPO di pasar global. Tiga sentimen utama diyakini menjadi pemicu koreksi harga.
1. Kenaikan Ekspor, Pasokan Diprediksi Melimpah
Ekspektasi peningkatan pasokan menjadi tekanan utama. Beberapa perusahaan survei kargo mencatat ekspor produk sawit Malaysia untuk periode 1-25 Juni meningkat antara 6,6% hingga 6,8% dibandingkan bulan sebelumnya.
“Pasokan yang naik ini membuat pasar waspada, apalagi belum ada sentimen baru dari sisi permintaan,” ujar seorang analis pasar komoditas.
2. Harga Minyak Nabati Pesaing Turun
CPO semakin terdesak karena harga minyak nabati lain juga mengalami pelemahan. Di bursa Dalian, China, harga minyak kedelai turun 0,25%, sedangkan di Chicago Board of Trade (AS) melemah 0,06%. Minyak biji bunga matahari terkoreksi 0,12%, dan minyak rapeseed anjlok hingga 1,14%.
Penurunan harga ini membuat minyak sawit kehilangan daya saingnya. Pasalnya, berbagai jenis minyak nabati tersebut kerap digunakan sebagai substitusi satu sama lain dalam industri pangan dan energi.
“Ketika pesaing lebih murah, CPO kalah bersaing karena biaya penggantian jadi lebih rendah,” kata analis lainnya.
3. Apresiasi Ringgit Menekan Daya Beli
Kenaikan nilai tukar ringgit Malaysia juga menjadi faktor teknikal yang menekan harga. Pada perdagangan terakhir, ringgit menguat 0,12% terhadap dolar AS. Sebagai komoditas yang dihargai dalam mata uang lokal, penguatan ringgit menyebabkan harga CPO terasa lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
“Kondisi ini mengurangi minat beli dari pasar global karena nilai tukarnya menjadi kurang menguntungkan,” tambah analis tersebut.
Dengan ketiga tekanan ini, pelaku pasar masih menanti katalis positif untuk membalikkan arah tren. Namun hingga kini, prospek harga CPO masih dibayangi ketidakpastian.
Pantau terus perkembangan harga komoditas lainnya hanya di JurnalLugas.Com.





