Harga Minyak Naik Usai Pernyataan Trump dan Penurunan Cadangan AS Pasar Pantau OPEC+

JurnalLugas.Com – Harga minyak dunia kembali menguat pada Kamis pagi, 26 Juni 2025, menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran serta laporan penurunan signifikan cadangan minyak mentah AS. Kenaikan ini terjadi setelah dua hari sebelumnya pasar dilanda koreksi tajam akibat meredanya ketegangan antara Iran dan Israel.

Minyak mentah Brent diperdagangkan mendekati US\$68 per barel setelah naik 0,8% pada perdagangan sebelumnya, sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat di kisaran US\$65 per barel.

Bacaan Lainnya

Trump menegaskan bahwa strategi tekanan terhadap Iran, terutama terkait ekspor minyaknya, akan terus dilanjutkan. “Saya tidak menyerah pada kebijakan ini,” ujarnya dalam konferensi pers, sambil mengisyaratkan kemungkinan pembicaraan baru dengan pihak Iran pekan depan.

Baca Juga  Trump Kembali Ancam Iran, Gedung Putih Mulai Bahas Opsi Militer

Sikap Trump ini datang setelah sebelumnya konflik di Timur Tengah menunjukkan tanda-tanda mereda. AS menyatakan bahwa ketegangan telah berakhir pasca serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran, diikuti dengan kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Tel Aviv.

Namun demikian, perhatian pasar kembali tertuju pada fundamental pasokan dan permintaan minyak. Data terbaru dari pemerintah AS menunjukkan cadangan minyak mentah turun selama lima pekan berturut-turut, terakhir menyusut 5,84 juta barel. Ini merupakan level terendah musiman dalam 11 tahun terakhir. Stok di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, juga terus menipis hingga mencapai titik terendah sejak Februari lalu.

Di sisi lain, pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Juli mendatang menjadi fokus pelaku pasar. Sumber internal menyebut Rusia bersikap fleksibel untuk meningkatkan produksi jika situasi pasar menuntutnya.

Baca Juga  Ambisi Donald Trump Caplok Greenland Ini Kata Mark Rutte

“Kekurangan musiman dan level persediaan yang rendah bisa saja menghambat tren penurunan harga dalam waktu dekat,” kata analis energi Zhou Mi dari Chaos Ternary Futures Co. Namun, ia menambahkan bahwa dengan meredanya ketegangan geopolitik, perhatian akan tertuju pada kebijakan OPEC+ dan dinamika permintaan global yang masih lemah.

Harga Minyak Hari Ini (26 Juni 2025):

  • Brent pengiriman Agustus naik 0,1% menjadi US\$67,75 per barel (pukul 08.45 WIB).
  • WTI pengiriman Agustus naik 0,2% menjadi US\$65,05 per barel.

Selengkapnya update berita energi dan ekonomi global bisa dibaca di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait