JurnalLugas.Com – Persaingan kendaraan listrik (EV) global bakal semakin memanas. Dua merek besar asal Tiongkok, Nio dan sub-brand barunya, Onvo, resmi mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran ke pasar internasional. Target utama mereka: Australia dan Eropa, dimulai pada akhir 2025.
Langkah ini dinilai sebagai strategi lanjutan dari dominasi pasar domestik mereka yang kian solid. Onvo yang digadang-gadang sebagai penantang serius Tesla Model Y dan BYD Song mengusung lini produk dengan harga kompetitif namun tetap sarat fitur teknologi canggih.
💡 Menantang Tesla dan Hyundai di Kandang Lawan
Ekspansi ini bukan tanpa pertimbangan. Pasar Australia dan Eropa diketahui memiliki tingkat adopsi EV yang tinggi, namun di saat bersamaan, juga kompetitif. Nama-nama besar seperti Tesla, Volkswagen, dan Hyundai sudah lebih dulu merajai jalanan.
Namun Nio dan Onvo tak datang dengan tangan kosong. Onvo L60 SUV perdana mereka dijanjikan bakal lebih efisien 10% dibanding Tesla Model Y, dengan harga lebih miring dan didukung teknologi pengisian daya cepat serta sistem bantuan mengemudi berbasis AI.
Nio telah mengamankan sejumlah mitra diler dan infrastruktur lokal di Jerman, Belanda, dan Australia bagian timur. Bahkan, pabrik perakitan skala kecil untuk EV direncanakan dibangun di luar China guna mendekati pasar pengguna.
🌍 Mobil China Mendunia, Tantangan Baru Regulasi
Kehadiran mobil listrik asal Tiongkok juga menimbulkan tantangan regulasi di Eropa, terutama terkait isu keamanan data dan standar emisi. Meski begitu, Nio sudah memastikan bahwa semua unit ekspor akan mengikuti standar Euro NCAP dan menggunakan server lokal untuk mendukung sistem digital mereka.
Ekspansi Nio dan Onvo ini turut memperkuat dominasi China di pasar kendaraan listrik global. Bahkan, memperkirakan lebih dari 60% EV yang beredar di dunia pada akhir 2025 akan berasal dari pabrikan China.
Baca juga kabar otomotif dan ekonomi terupdate lainnya hanya di JurnalLugas.Com






