Zhang Xiaogang Peringatkan AS Hentikan Fitnah dan Intervensi Taiwan

JurnalLugas.Com – Beijing kembali melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat menyusul pernyataan terbaru dari Menteri Pertahanan AS yang menyebut Tiongkok sebagai “ancaman” dalam konteks keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan China, Zhang Xiaogang, pada Kamis (26/6/2025), menegaskan bahwa Amerika harus menghentikan penyesatan opini publik baik di dalam negeri maupun di panggung internasional terkait China.

Bacaan Lainnya

“Kami mendesak AS untuk memandang China secara objektif dan rasional,” ujar Zhang dalam konferensi pers singkat yang dikutip media setempat.

Zhang mengkritisi kebijakan AS yang terus mengedepankan pendekatan militer di kawasan. Ia menyebut strategi “mencapai perdamaian melalui kekuatan” yang digaungkan Washington justru dapat memperkeruh stabilitas regional. AS juga disebut berencana meningkatkan kesiapan tempur militernya di kawasan Indo-Pasifik serta memperkuat pertahanan Taiwan.

Merespons itu, Zhang menegaskan bahwa isu Taiwan merupakan urusan internal China yang tidak dapat dicampuri pihak luar. Ia memperingatkan AS agar tidak terus-menerus menjadikan Beijing sebagai kambing hitam atas berbagai dinamika internasional.

“Taiwan adalah murni masalah domestik China. Kami tidak mentoleransi intervensi asing dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Menurut Zhang, perkembangan militer China selama ini bukan untuk mengancam negara lain. Ia menyatakan, “Berbeda dengan negara tertentu yang menggunakan pemaksaan, China membangun kekuatan militernya sebagai bentuk kontribusi bagi perdamaian global.”

Pernyataan ini menegaskan posisi Beijing yang terus menentang campur tangan luar, terutama dari Washington, dalam urusan kawasan. Zhang juga menyerukan agar AS berkontribusi dalam menciptakan hubungan yang sehat dan stabil antara kedua negara, termasuk antar-militer.

Selengkapnya kunjungi JurnalLugas.Com untuk update berita dunia terkini.

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  AS Tangkap Maduro, Trump Ambil Alih Puluhan Juta Minyak Venezuela

Pos terkait