Elon Musk UU Pajak Trump Seret Amerika ke Jurang Perbudakan Utang

JurnalLugas.Com – Miliarder teknologi Elon Musk kembali melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan fiskal Amerika Serikat (AS), kali ini menyasar langsung pada undang-undang (UU) pengeluaran dan pajak era Presiden Donald Trump. Musk menilai, kebijakan tersebut justru menyeret Negeri Paman Sam ke ambang “perbudakan utang”.

UU kontroversial yang diberi nama One Big Beautiful Bill disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Mei lalu. Regulasi itu diklaim sebagai terobosan Trump dalam memangkas belanja federal, namun sekaligus menggelontorkan pemotongan pajak besar-besaran.

Bacaan Lainnya

Menurut laporan Kantor Anggaran Kongres AS (CBO), efek jangka panjang UU tersebut adalah peningkatan tajam terhadap defisit anggaran serta lonjakan utang nasional. Elon Musk menegaskan, kebijakan itu akan menambah beban utang sebesar USD5 triliun, atau setara dengan sekitar Rp80.899 triliun.

“UU ini menambah pagu utang sebesar USD5 triliun—kenaikan terbesar dalam sejarah. Ini mendorong AS menuju perbudakan utang!” tulis Musk dalam unggahan di platform X, Jumat (28/6).

Tak hanya sekali, Musk secara konsisten mengkritik kebijakan fiskal Trump, terutama soal defisit anggaran. Ia memprediksi anggaran AS dapat mengalami pembengkakan hingga USD2,5 triliun, yang menurutnya berpotensi menyebabkan krisis utang yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Situasi ini diperparah dengan kebuntuan politik di Kongres. Para analis memperingatkan bahwa AS berisiko mengalami gagal bayar (default) pada Agustus mendatang jika dua partai besar, Republik dan Demokrat, gagal mencapai konsensus soal penaikan pagu utang.

Sebagai informasi, isu pagu utang telah berulang kali menjadi alat tawar-menawar politik di Washington. Dalam beberapa tahun terakhir, negosiasi pagu utang kerap memicu ketegangan tajam antara dua kubu, yang berdampak pada pasar keuangan global dan kestabilan ekonomi nasional.

Kekhawatiran Musk mencerminkan kegelisahan sebagian kalangan terhadap arah kebijakan fiskal AS. Jika tidak dikelola secara hati-hati, beban utang yang terus menggunung bisa menjadi bom waktu ekonomi bagi Amerika Serikat.

Selengkapnya kunjungi JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Digenjot Mobil China Laba Tesla Terjun Bebas Elon Musk Siapkan Mobil Listrik Murah

Pos terkait