Hanwha Life Resmi Kuasai 40% Saham NOBU Harga Saham Langsung Tertekan Ini Penyebabnya

JurnalLugas.Com – Saham PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) kembali tertekan pada sesi perdagangan Kamis (3/7/2025), menyusul aksi jual yang masif dilakukan investor. Tekanan ini muncul pasca rampungnya proses akuisisi NOBU oleh perusahaan asuransi asal Korea Selatan, Hanwha Life Insurance Co., Ltd.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 10.09 WIB, saham NOBU anjlok 3,76 persen ke level Rp640 per saham. Bahkan sempat menyentuh titik terendah harian di Rp585 pada awal perdagangan. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp18,21 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 29,93 juta lembar saham.

Bacaan Lainnya

Penurunan ini memperpanjang tren negatif saham NOBU dalam tiga hari terakhir. Pada Selasa (1/7), saham perseroan melemah 4,29 persen, dan sehari berselang, Rabu (2/7), kejatuhannya makin dalam hingga 14,74 persen.

Baca Juga  IHSG Dibuka Bergairah di Awal Pekan, Sentimen Positif Dorong Optimisme Pasar

Akuisisi Resmi Rampung, Investor Lakukan Profit Taking

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik pada Selasa (1/7/2025), manajemen NOBU menyatakan bahwa proses akuisisi saham oleh Hanwha Life telah rampung. Perusahaan asuransi jiwa tersebut membeli sebanyak 2,99 miliar saham NOBU, setara dengan 40 persen dari total saham beredar.

Saham-saham itu diambil alih dari sejumlah pemegang saham besar, yakni PT Putera Mulia Indonesia, PT Cakrawala Sentosa, PT Star Pacific Tbk, PT Inti Anugerah Pratama, PT Ciptadana Capital, PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS), dan PT Multipolar Tbk (MLPL).

Pengamat pasar modal dari LBP Institute, Rino Prasetya menilai, aksi jual ini merupakan respons normal pasar atas berita akuisisi. “Setelah ada kabar rampungnya akuisisi, pelaku pasar cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking) terutama bagi yang sudah pegang saham sejak awal rumor beredar,” ujarnya.

Ia menambahkan, tekanan pada harga saham kemungkinan hanya bersifat jangka pendek. “Jika pasca akuisisi ada strategi bisnis baru dari Hanwha atau sinergi yang jelas, potensi rebound tetap terbuka,” kata Rino.

Baca Juga  Saham PACK Anjlok 10% Usai Masuk Pemantauan Khusus Dikaitkan Backdoor Listing CNGR Rp160 Triliun

Sentimen Positif Jangka Panjang

Di sisi lain, analis dari MNC Sekuritas, Dita Wulandari menyebut masuknya Hanwha Life sebagai pemegang saham strategis bisa menjadi katalis positif jangka menengah hingga panjang. “Hanwha dikenal agresif di sektor keuangan dan teknologi finansial. Ini bisa membuka peluang kolaborasi baru bagi NOBU dalam pengembangan layanan digital banking,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengimbau investor untuk tetap memperhatikan kinerja fundamental dan rencana transformasi bisnis pasca akuisisi sebelum mengambil keputusan investasi.

Untuk berita bisnis dan ekonomi terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait