Thailand Kacau Raja Vajiralongkorn Lantik Kabinet Baru Phumtham Gantikan PM Paetongtarn

JurnalLugas.Com — Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dijadwalkan melantik kabinet baru pada Kamis (3/7/2025), di tengah kekacauan politik yang mengguncang negara tersebut. Prosesi pelantikan ini menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi Thailand yang menangguhkan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra dari jabatannya, memicu dinamika cepat dalam susunan pemerintahan.

Kondisi politik Thailand saat ini tengah dalam pusaran krisis setelah pengadilan konstitusi menyatakan Paetongtarn harus menjalani penyelidikan etika yang diperkirakan akan berlangsung selama berbulan-bulan. Keputusan itu membuat kekuasaan sempat berpindah ke tangan Menteri Transportasi sekaligus Wakil PM, Suriya Jungrungreangkit, yang sempat menjabat sebagai perdana menteri sementara meski hanya berlangsung satu hari penuh.

Bacaan Lainnya

Namun, situasi berubah cepat. Phumtham Wechayachai, mantan Menteri Pertahanan dan figur senior dalam pemerintahan sebelumnya, ditunjuk untuk menggantikan Suriya sebagai Menteri Dalam Negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri, sekaligus mengisi posisi PM sementara yang kosong.

Dalam laporan media lokal, disebutkan bahwa “sebelum dicopot dari jabatan PM, Paetongtarn sempat menunjuk dirinya sendiri sebagai Menteri Kebudayaan dalam kabinet baru, yang berarti ia tetap bertahan di lingkaran kekuasaan tertinggi.” Paetongtarn juga dilaporkan hadir di Gedung Pemerintah pada Kamis pagi untuk sesi foto kabinet sebelum bertolak ke Istana Besar guna mengikuti pengambilan sumpah yang dilakukan secara tertutup.

Baca Juga  Usai Ledakan Ranjau, Thailand Tarik Diri dari Perjanjian Damai Difasilitasi Donald Trump

Kabinet baru dijadwalkan menggelar rapat perdananya pada Kamis sore, dan menurut informasi dari sumber dalam istana, pernyataan resmi kerajaan mengenai susunan kabinet akan diumumkan pada malam harinya.

Kisruh politik ini terjadi di tengah upaya Thailand untuk mengangkat kembali perekonomian nasional yang sedang lesu, serta menjaga relasi perdagangan dengan Amerika Serikat. Pemerintah saat ini juga tengah mengantisipasi potensi pemberlakuan tarif sebesar 36% yang telah diumumkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump terhadap produk dari Thailand, meski kebijakan itu belum efektif.

Phumtham Wechayachai sendiri merupakan tokoh senior yang dikenal sebagai loyalis keluarga Shinawatra. Ia dekat dengan mantan PM Thaksin Shinawatra ayah dari Paetongtarn yang menjabat dari tahun 2001 hingga digulingkan pada 2006. Sosok berusia 71 tahun itu dijuluki “Kawan Besar” karena latar belakangnya yang berasal dari gerakan mahasiswa kiri tahun 1970-an, sebelum akhirnya beralih ke dunia politik dan bisnis melalui kerajaan telekomunikasi milik Thaksin.

Baca Juga  Perang Pecah di Perbatasan Thailand–Kamboja Memanas 4 Hari Tanpa Henti, Ribuan Warga Panik Mengungsi

Dalam kabinet sebelumnya, Phumtham pernah memegang peran penting sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Perdagangan. Ia juga sempat menjabat sebagai perdana menteri sementara tahun lalu saat krisis sempat melumpuhkan pusat pemerintahan Thailand.

Sementara itu, alasan diskorsnya Paetongtarn dari jabatannya tak lepas dari skandal diplomatik yang melibatkan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen. Dalam rekaman pembicaraan, Paetongtarn memanggil Hun Sen sebagai “paman” dan menyebut salah satu komandan militer Thailand sebagai “lawan”, yang dinilai melanggar prinsip netralitas dan etika jabatan.

Situasi politik Thailand kini terus bergulir cepat, sementara masyarakat dan komunitas internasional menanti kejelasan arah baru dari kabinet hasil reshuffle ini.

Baca berita lainnya di: JurnalLugas.Com
https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait